JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Diklarifikasi DPRD, Dinas Akui Ada 300 Amplop Bansos Baznas Terbagi dengan Embel-embel Nama Istri Bupati. Alibinya Teledor dan Kurang Teliti

Ilustrasi uang. Pixabay
   

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus dugaan politisasi bantuan sosial (Bansos) dari anggaran Baznas untuk PKL di Karanganyar yang dibagikan dalam amplop bertuliskan bupati dan istri bupati, Siti Khomsiyah, kembali ditangani DPRD setempat.

Komisi B yang membidangi persoalan itu, kembali melakukan klarifikasi kepada pimpinan Disdagnakerkop setempat, Martadi.

Kepala dinas itu diklarifikasi karena pembagian amplop bertuliskan nama bupati dan istri itu dilakukan oleh dinas tersebut. Namun klarifikasi berlangsung tertutup.

Hasilnya, dari keterangan tertulis yang disampaikan kepala dinas, bahwa ada 300 amplop bertuliskan nama bupati dan istri yang terlanjur didistribusikan ke PKL.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, AW Mulyadi usai memimpin klarifikasi.

Kepada wartawan, ia mengatakan Disdagnakerkop sudah menyerahkan berita acara pemakaian dana bansos PKL.

Dari penyampaian pihak dinas, dari total dana Baznas Rp 300 juta, menyisakan Rp 51.900.000. Sehingga dana yang tersalurkan sebesar Rp 248.100.000.

“Terpakai 827 amplop. Per amplop Rp 300.000. Sisanya dikembalikan ke Baznas,” paparnya kepada wartawan.

Dalam klarifikasi itu, Disdagnakerkop juga mengaku teledor. Mereka mengakui saat pembagian amplop kurang teliti karena habis sibuk mengurusi persiapan vaksinasi untuk PKL.

“Saat itu panitia pembagian amplop usai disibukkan persiapan vaksin bagi PKL. Vaksinasi beruntun di Colomadu, GOR RM Said, GOR Nyi Ageng Karang juga. Sehingga tidak teliti saat pembagian,” kata AW Mulyadi.

Baca Juga :  Upaya Atasi Kekeringan dan Tingkatkan Produktivitas Padi : Jokowi Tinjau Inovasi Pompanisasi di Karanganyar

Dari catatan Komisi B, jajaran Disdagnakerkop juga mengakui keteledoran memakai amplop tercetak nama bupati Karanganyar dan istri.

Dari 840 sasaran, sudah terdistribusi 827 amplop. Adapun 300-an amplop tercetak nama bupati dan istri terlanjur terdistribusi.

Sehingga jika dikalikan Rp 300.000 per amplop, maka dana Baznas yang sudah dibagikan dengan embel-embel nama istri Bupati mencapai Rp 90 juta.

Setelah menuai polemik, Disdagnakerkop menggantinya dengan amplop polos setelah penggunaan amplop sebelumnya dikomplain.

Bansos tunai yang dibagikan di kantor Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Disdagnakerkop dan UKM) Karanganyar, sejak Senin (19/7/2021) lalu itu ramai menuai sorotan lantaran diduga terjadi pembegalan atas nama pemberi bansos.

Tak kurang dari 840 PKL terdampak PPKM Darurat mendapatkan bantuan masing-masing Rp 300.000.

Saat diterima para pedagang, amplop berisi bantuan tunai tersebut bertuliskan nama Bupati Karanganyar Juliyatmono, serta istri bupati yang juga anggota DPRD Karanganyar Siti Khomsiyah.

Padahal anggaran bansos tunai tersebut, berasal dari anggaran Baznas Karanganyar.

Selain tulisan nama bupati dan istri, hanya tertera keterangan alamat dan kantor bupati di sisi kiri kanan amplop. Baznas sebagai pemberi bantuan anggaran, justru tidak disebutkan dalam amplop berwarna putih tersebut.

Baca Juga :  Jokowi Tinjau Pompanisasi Lahan Tadah Hujan di Karanganyar, Targetkan Produksi Padi Tambah 1,3 Juta Ton

“Iya sumbernya dari Baznas. Totalnya Rp 300 juta. Memang ada pos untuk penanggulangan bencana, karena Baznas juga diinstruksikan supaya kita tanggap terhadap bencana ini,” ujar Ketua Baznas Karanganyar, Sugiyarso, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (21/7/2021).

Sugiyarso menjelaskan dana bantuan tersebut memang dicairkan usai Baznas berkoordinasi dengan Pemkab Karanganyar.

Meski begitu, pihaknya mengaku tidak tahu menahu terkait pencantuman nama istri bupati dalam amplop bantuan tunai tersebut.

“Saya belum ngecek. Saya belum tahu. Kalau Pak Bupati, beliau kan memang ketua Penanggulangan Covid-19. Yang penting perjanjiannya dari Baznas, kalau menyerahkan kan orang lain boleh menyerahkan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Disdagnarkerkop dan UKM Karanganyar, Martadi mengakui soal amplop bertuliskan nama bupati dan istri tersebut.

Pihaknya mengaku keliru dan sudah mengganti amplop yang digunakan untuk membagikan bansos tunai tersebut.

“Saya akui saya kurang mengontrol. Saya tidak mengontrol sejauh itu. Saya terimakasih sudah diingatkan,” ujarnya.

Ia menguraikan sewaktu pembagian bansos Senin (19/7/2021) kemarin, begitu tahu tentang amplop tersebut dirinya mengaku langsung mengentikan.

“Saya ganti. Jadi tidak semua dapat amplop (bertuliskan nama bupati dan istri) tersebut,” imbuhnya. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com