Beranda Daerah Wonogiri Kekeringan Melanda Jatiroto Wonogiri, Kali ini Bukan di Wilayah Selatan Tapi di...

Kekeringan Melanda Jatiroto Wonogiri, Kali ini Bukan di Wilayah Selatan Tapi di Sisi Timur

Warga Desa Johunut Kecamatan Paranggupito Wonogiri, mengambil air dari telaga untuk keperluan sehari-hari.JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bencana kekeringan dan krisis air bersih kembali melanda Kabupaten Wonogiri. Namun kali ini tidak terjadi di wilayah selatan melainkan di sisi timur.

Biasanya kekeringan terjadi di daerah selatan seperti Kecamatan Paranggupito, Pracimantoro, Giritontro, Giriwoyo dan sekitarnya. Hanya saja pada 2021 ini kekeringan melanda wilayah Kecamatan Jatiroto tepatnya di Desa Guno.

Informasi yang diperoleh, Jumat (27/8/2021), ada ratusan KK sekitar 200 jumlahnya, di desa itu harus mengambil air bersih dari dasar atau pinggir sungai. Mereka tersebar di sejumlah dusun. Meliputi Dusun Guno Lor, Guno Kidul kemudian Mlokolegi dan Pagersari.

Mereka setiap hari harus berjalan kaki ratusan meter dari rumah ke dasar sungai. Keperluannya mengambil air dari dasar sungai atau pinggir sungai yang sebelumnya telah dilubangi atau istilahnya dibuat belik.

Air tersebut kemudian dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sebagian digunakan untuk minum hewan ternak.

Hanya saja persediaan air di dasar maupun pinggir sungai terbatas. Kadang saat sore air di belik telah mengering. Lantaran itu warga harus antri di belik sejak pagi bahkan subuh.

Camat Jatiroto, Suparmo mengiyakan soal kenyataan tersebut. Menurut dia kondisi ini sebenarnya sudah sejak dulu. Nah, saat ini ada solusi dengan pengeboran sumber air melalui program Pamsimas.

Baca Juga :  Ban Pecah di Dekat Terminal Krisak, Grandmax Terguling di Jalur Wonogiri–Selogiri, Polisi Ungkap Kronologi Lengkap

Camat membeberkan, posisi Desa Guno s berada di atas perbukitan. Selama ini warga mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dengan mengambil air dari belik yang berada di pinggir sungai wilayah setempat. Warga mengambil air menggunakan ember dan jeriken.

“Pernah mengebor sumber mata air tapi gagal, kemudian ini pindah lokasi yang dibor. Saat ini proses pengeboran sumber air masih belum rampung,” beber dia.

Kepala Desa Guno Tarmudi mengatakan, jumlah warga yang kekurangan air bersih sekitar 200 KK. Pihaknya mengakui bahwa selama ini untuk memenuhi kebutuhan air, warga terpaksa mencari sumber air yang berada di dasar sungai dengan cara membuat belik.

Hampir setiap pagi warga berebut air. Sebab, jika sore hari air mengering. Bahkan, selepas Subuh kadang sungai sudah ramai warga yang ngangsu atau mengambil air itu. Sementara jarak antara sungai dengan pemukiman warga sekitar 400 meter.

Pengeboran sumber air yang pertama kata dia, dengan kedalaman 150 meter namun gagal. Lalu pihaknya mencari titik sumber air lagi, yang jaraknya sekitar satu kilometer ke lokasi yang lebih rendah.

Pengeboran sumber mata air itu sendiri anggarannya dikaver melalui dana hibah insentif desa (HID). Nantinya, air dari sumber mata air itu dapat mencukupi kebutuhan warga di Dusun Guno Lor, Guno Kidul dan Pagersari.

Baca Juga :  Waduh! Pemesanan Tiket Kereta Lebaran Mendadak Lumpuh, Ini Penjelasan Resmi KAI

Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan air warga Dusun Mlokolegi sudah dilakukan pengeboran sumber air dan berhasil. Tapi anggaran hanya cukup untuk ngebor dan listrik saja, kemungkinan untuk jaringan pipanisasi sampai ke rumah-rumah warga akan diteruskan tahun depan.

Rencananya seluruh dana desa akan digelontorkan sebagai solusi permanen dalam mengatasi kekeringan yang tiap musim kemarau melanda desanya. Aris

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.