JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tewaskan 19 Petani Sragen, Kapolda Jateng Ingatkan Pemasang Setrum Jebakan Tikus Bisa Dipenjara 5 Tahun!

Kombes Pol Iqbal Alqudusy. Foto/Wardoyo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rentetan insiden petani tewas kesetrum jebakan tikus yang terjadi di Sragen, membuat Polda Jateng memberi atensi khusus.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi meminta petani dan masyarakat menghentikan pemasangan setrum jebakan tikus karena bisa membahayakan keselamatan nyawa.

Tidak hanya itu, jika sampai menimbulkan korban nyawa orang lain, pemasang juga berpotensi dijerat pasal pidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Hal itu disampaikan Kapolda melalui Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, Jumat (27/8/2021). Ia mengatakan Polda cukup prihatin dengan tragedi setrum jebakan tikus di Sragen yang terus memakan korban jiwa.

Advertisement
Baca Juga :  Terjunkan Tim Khusus Usut Kasus Desa Kecik, Inspektorat Sebut Bisa Dimungkinkan ke Arah Pidana!

Dari laporan, hingga kini tercatat sudah ada 19 petani di Sragen yang tewas akibat kesetrum jebakan tikus dalam kurun satu setengah tahun terakhir.

Kejadian terakhir dua hari lalu, satu petani asal Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Suparlan (69) juga tewas saat hendak mematikan aliran listrik untuk setrum jebakan tikus di sawahnya.

Atas fakta itu, Iqbal menghimbau masyarakat untuk bijak menggunakan ijin pemasangan listrik khususnya di persawahan.

“Kebanyakan ini bermula dari penyalahgunaan ijin pemasangan listrik oleh warga. Ijin yang semula di gunakan untuk pemasangan pompa air persawahan tapi digunakan juga untuk memasang kawat listrik jebakan tikus,” ungkap Kabid Humas saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/8/2021).

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Perlintasan Jembluk Sumberlawang Sragen, Wanita Ditemukan Tewas Tertabrak Kereta Api, Tubuhnya Tercerai Berai

Ditambahkannya, kasus terakhir warga yang meninggal akibat jebakan tikus terjadi di Sragen.

“Kejadian seperti itu patut disayangkan dan ini sempat kami koordinasikan dengan rekan di PLN,” ungkap Kabidhumas.

Hasil koordinasi dengan PLN, tandas Kabidhumas, ijin pemasangan listrik di persawahan harus melewati beberapa tahap.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua