Beranda Daerah Boyolali Merapi Masih Erupsi, Tradisi Larung Kepala Kerbau Tetap Digelar Tapi Tanpa Pentas...

Merapi Masih Erupsi, Tradisi Larung Kepala Kerbau Tetap Digelar Tapi Tanpa Pentas Seni

Paiman, tokoh adat di lereng Merapi di Boyolali / Foto: Waskita
Paiman, tokoh adat di lereng Merapi di Boyolali / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Ritual larung kepala kerbau tetap digelar pada malam 1 Suro atau tengah malam nanti. Kondisi Merapi yang masih erupsi ternyata tak menyurutkan warga lereng Merapi untuk menggelar ritual rutin tersebut.

“Merapi masih sering erupsi. Terakhir Minggu (8/8) terjadi lagi erupsi mengakibatkan sejumlah wilayah sempat diguyur hujan abu. Namun sedekah gunung atau larung kepala kerbau di puncak Merapi tetap digelar,” ujar Paiman (52) tokoh adat setempat, Senin (9/8/2021).

Ditemui di kediamannya di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, dia memastikan, ritual sedekah gunung dan larung kepala kerbau tetap digelar. Hanya saja, pelaksanaan secara sederhana dan tanpa ada prosesi seperti tahun- tahun sebelumnya.

“Tak ada pentas seni maupun pentas wayang.”

Hanya larung kepala kerbau dan sembilan  gunungan atau tumpeng yanag akan dibawa langsung ke puncak Merapi,  yaitu di kawasan Pasar Bubar.

Sebelumnya, kepala kerbau beserta seluruh sesaji dilakukan semacam ritual khusus di rumah ketua Rukun Kampung (RK).

“Biasanya di Joglo Lencoh, namun karena masih pandemi Covid-19 maka ritual ini dipindahkan ke rumah warga. Tepat pukul 24.00, kepala kerbau dan sesaji dibawa ke puncak Merapi.”

Diharapkan pelaksanaan ritual malam 1 Suro itu  berjalan lancar.
Hal ini sebagai wujud syukur atas nikmat alam yang luar biasa yang ada di lereng gunung Merapi. Sehingga warga bisa mendapatkan rezeki melimpah dengan bertani maupun usaha lainnya.

Bagaimana menyikapi kondisi Merapi saat ini ? Pihaknya sudah meminta petugas yang membawa aneka sesaji agar lebih berhati-hati. Mereka diminta tidak memaksakan diri hingga sampai puncak Merapi.

“Ya tetap  lihat kondisi Merapi,” ujarnya.

Jika kondisi bagus, maka kepala kerbau dan sesaji akan dibawa hingga puncak Merapi di kawasan Pasar Bubar. Namun kalau tidak memungkinkan, misal situasi memburuk, maka sesaji ditaruh di puncak agak di bawah. Waskita

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.