Beranda Daerah Semarang Sejumlah Sentra Vaksinasi di Kota Semarang Ditutup Akibat Menipisnya Stok Vaksin

Sejumlah Sentra Vaksinasi di Kota Semarang Ditutup Akibat Menipisnya Stok Vaksin

Ilustrasi vaksinasis / kominfo.go.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kian menipisnya stok vaksin di Semarang membuat pemerintah memutuskan untuk menutup beberapa sentra vaksinasi.

Keterbatasan stok vaksin terjadi karena belum adanya alokasi logistik vaksin kiriman dari pemerintah pusat.

Beberapa sentra vaksinasi yang ditutup antara lain sentra vaksinasi di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Queen City, dan Universitas Sultan Agung (Unissula).

Penutupan sementara juga dilakukan di sentra vaksinasi Sam Poo Kong.

Moh Abdul Hakam selaku Kepala Dinas kota Semarang mengatakan bahwa penyuntikan V2 terakhir dilakukan pada Senin (2/8/2021) di sentra vaksinasi Holy Stadium.

Hal itu   karena stok vaksin yang ada di kota Semarang hanya tersisa 28.220 dosis, jumlah tersebut hanya dapat memenuhi vaksinasi di Semarang hingga Selasa (3/8/2021).

Kebutuhan vaksin di kota Semarang terbilang cukup banyak namun ketersediaan stok yang ada belum memadai. Ia pun telah berkoordinasi dengan pihak kementerian untuk membicarakan mengenai kejelasan distribusi stok vaksin.

Baca Juga :  Era Baru PDIP Solo: Aria Bima Resmi Gantikan FX Rudy Jadi Ketua DPC PDIP 2025-2030

“Kemarin kami zoom dengan Pak Menteri. Vaksin baru turun 21 juta. Sebanyak 21 juta itu dibagi seluruh Indonesia. Semua daerah banyak yang kehabisan untuk V2,” ujar Abdul Hakam dikutip dari tribunnews, Selasa (3/8/2021).

Lebih lanjut Abdul Hakam mengatakan bahwa penyuntikan V2 di Semarang hingga Agustus membutuhkan sekitar 21.000 vial.

“Kebutuhan Agustus minggu pertama untuk V2 ada 41.481 sasaran,  Minggu kedua 28.852 sasaran. Minggu ketiga 53.396 sasaran. Minggu keempat 18.412 sasaran. Total hampir sekitar 21.000 vial untuk V2 saja, belum melakukan V1,” imbuhnya.

Oleh karena itu ia berharap agar distribusi vaksin dari pemerintah pusat dapat dilakukan sesegera mungkin agar pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan. Widya Ayu Kusumastuti

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.