SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM FSRD Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar pameran bertaraf internasional secara virtual.

Pameran setidaknya diikuti oleh sekitar 50-an peserta dari berbagai  kota di Indonesia, seperti Solo, Bandung, Malang, Jakarta, Padang dan lain-lain.

Selain itu juga diikuti oleh beberapa peserta dari luar negeri seperti dari Malaysia, Grenada, Korea, Maroko dan Bangladesh.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Pemerintah Mulai Salurkan Bantuan Kuota Internet untuk 24,4 Juta Penerima

Satriana Didiek Isnanta, M. Sn selaku panitia menjelaskan, pameran virtual tersebut menerapkan teknologi multiplatform (3D animation, 360⁰ video, dan Virtual Reality).

Advertisement

“Teknologi ini masih jarang digunakan di Indonesia dan juga sebagai hasil eksperimen antara dosen, mahasiswa, dan alumni FSRD ISI Surakarta,” ujar Satriana, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Diharapkan, teknologi tersebut bisa  menjadi model untuk penataan display dan sistem virtualisasi untuk galeri di Indonesia.

Baca Juga :  UMS Gelar Grand Opening ETP dan EIC 2021

Satriana menjelaskan, pameran itu merupakan implementasi dari pemikiran Prof. Dharsono, M.Sn terkait konsep estetika sanggit yang dibagi menjadi tiga.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua