JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Sragen Dilaporkan ke Polres. Terkait Pembangunan Pabrik Garmen PT Glory di Ngrampal, Ini Dugaan Pelanggarannya!

Warga Desa Bener, Ngrampal, Sragen saat membentangkan spanduk berisi tuntutan kompensasi pembangunan pabrik PT Glory sebelum demo ke balai desa, Senin (26/7/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dilaporkan ke Polres Sragen, Kamis (16/9/2021).

Orang pertama di jajaran Pemkab Sragen itu dilaporkan atas dugaan pelanggaran aturan terkait pembangunan pabrik PT Glory Industrial yang menutup jalan warga di Desa Bener, Ngrampal, Sragen.

Bupati dilaporkan oleh 18 advokat di Sragen yang tergabung dalam Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Sragen.

Selain bupati, belasan advokat itu rame-rame mendatangi Polres untuk melaporkan salah satu Ketua RT di Desa Bener, Kades Bener dan pimpinan PT Glory Industrial terkait penutupan akses jalan warga untuk kepentingan pembangunan PT Glory di desa tersebut.

Belasan advokat itu melapor setelah mendapat surat kuasa dari sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) di dua RT yakni RT 26 dan 27 di sekitar pabrik, yang terdampak oleh penutupan jalan.

Mereka melapor bersama beberapa perwakilan warga. Setiba di Polres, mereka langsung diterima di ruangan Kasat Reskrim.

Ketua PBH Peradi Sragen, Amriza Khoirul Fachri mengatakan kedatangannya bersama 17 advokat ke Polres itu untuk melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan sejumlah pihak terkait penutupan jalan desa antara RT 26 dan 27 Benersari, oleh pihak pabrik PT Glory.

Baca Juga :  Profil Oemarsono, Mantan Gubernur Lampung Kelahiran Sragen yang Dikenal Cerdas, Inspiratif dan Pekerja Keras. Ternyata Lulusan UGM

Ia menyebut ada 4 pihak yang dilaporkan. Masing-masing Ketua RT, Kades Bener, pimpinan pabrik dan Bupati Sragen.

Keempat pihak itu diduga turut andil terhadap penutupan jalan sepanjang 150-200 meter untuk kepentingan pabrik tanpa melalui prosedur yang benar.

“Kedatangan kami ke Polres ini berkaitan dengan pengaduan warga di Desa Bener yang keberatan dengan penutupan jalan untuk pabrik itu. Yang kami laporkan, pimpinan PT Glory sebagai pemohon penutupan jalan, kedua Bupati setempat sebagai yang menerima permohonan tersebut, ketiga Kades selaku pelaksana teknis di lapangan beserta Ketua RT 27,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , seusai laporan, Kamis (16/9/2021).

Indikasi Pelanggaran Aturan

Amriza menjelaskan langkah hukum ditempuh lantaran penutupan jalan desa itu dinilai telah mematikan akses dan merugikan 50 KK di dua RT.

Jalan pengganti yang kemudian dibuat oleh pabrik, dianggap tidak bisa berfungsi dan melanggar asas tepat guna karena warga justru harus jauh memutar lebih jauh untuk melintasinya.

Tidak hanya itu, dari beberapa aspek aturan, mekanisme penutupan jalan itu juga dipandang melanggar sejumlah peraturan perundang-undangan.

Baca Juga :  Selamat Hari Jadi Sragen, Bupati Ajak Masyarakat Bersyukur Dapat WTP 7 Kali. PNS Diminta Gelorakan Gotong Royong

Ia menyebut peraturan yang berpotensi dilanggar di antaranya UU No 38/2004 tentang Jalan Pasal 63 ayat 1.

Di mana setiap orang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, dipidana dengan pidana penjara maks 18 bulan atau denda Rp 1,5 miliar.

Kemudian pasal 192 ayat 1 KUHP yang berbunyi barangsiapa dengan sengaja menghancurkan, membikin tidak dapat dipakai atau merusak bangunan untuk lalu lintas umum, atau merintangi jalan umum darat atau air, atau menggagalkan usaha untuk pengamanan bangunan atau jalan itu diancam penjara 9 tahun.

“Jika perbuatan itu dapat mendatangkan bahaya bagi keselamatan lalu lintas juncto pasal 385 ayat 1 KUHP dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun. Juncto PP Pengganti UU No 51/1960 tentang Larangan Pemakaian Ranah Tanpa Izin yang berhak atas kuasanya,” terangnya.

Lebih lanjut, disampaikan indikasi pelanggaran diperkuat dengan surat dari Pemdes Bener kepada warga yang menjelaskan bahwa jalan itu tidak ditutup akan tetapi dialihkan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua