JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Demam Serba Puan Maharani Kian Gencar Masuk Sragen, Agustina Wiludjeng: Pamali Lho Bicara Calon Presiden!

Agustina Wiludjeng Pramestuti saat hadir meninjau vaksinasi massal di DPC PDIP Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Semenjak balihonya tersebar di mana-mana, nama Ketua DPR RI, Puan Maharani makin familiar di masyarakat.

Tak terkecuali di Sragen. Tak hanya wajahnya yang marak terpampang di lokasi publik, Puan juga makin akrab di telinga masyarakat lantaran namanya selalu melekat di setiap program yang digencarkan PDIP.

Berbagai kegiatan yang digelar mulai dari pembagian sembako hingga vaksinasi massal berlabel PDIP, tak pernah lepas dari instruksi putri Ketum PDIP tersebut.

Meski banyak kalangan menengarai maraknya sosialisasi serba Puan ke masyarakat itu diyakini terkait Pilpres 2024, salah satu pengurus DPD PDIP Jawa Tengah, Agustina Wiludjeng Pramestuti ternyata tegas membantah.

Advertisement
Baca Juga :  Fasilitas Lebih Menarik, Ratusan Warga Rame-Rame Pilih Vaksinasi Dosis Kedua di Kediaman Bambang Samekto. Puan Menyapa Alhamdulillah Wis Vaksin

“Mohon maaf nih. Untuk Pilpres (2024), PDI belum ada pembicaraan ya. Jadi menurut saya, pamali lho bicara calon presiden hari ini. Dan Mbak Puan tidak pernah lho ya (untuk maju Pilpres),” papar Agustina di sela memantau vaksinasi massal dari PDIP di Sekretariat DPC PDIP Sragen, kemarin.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu menyampaikan apa yang dilakukan untuk masyarakat, yakni pembagian sembako dan vaksinasi selama ini, memang digelar atas instruksi Puan Maharani selaku Ketua DPR RI.

Baca Juga :  Soal Banteng dan Celeng, Begini Komentar Ketua DPC PDIP Wonogiri Joko Sutopo alias Jekek

Hal itu semata-mata sebagai wujud kepedulian PDIP untuk menjawab harapan masyarakat dan apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

“Pesan Mbak Puan hanya satu. Penuhi harapan masyarakat. Butuhnya sembako, kita bantu sembako. Butuh vaksin, kita bantu vaksin. Seperti di Sragen, kita setiap hari ada 500 sampai 600 dosis vaksin yang disuntikkan. Nanti menyebar ke 20 kecamatan,” urainya.

Menurutnya, perintah Puan itu tidak bisa diasumsikan sama dengan perintah tahun-tahun yang lalu atau mendekati agenda politik saja.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua