JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dilaporkan ke Polres, Kades Bener Sragen Klaim Semua Sudah Prosedural. Soal Pengalihan Jalan, Ini Jawabannya!

Kades Pariyo Sahid. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kepala Desa (Kades) Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Pariyo Sahid mengaku sudah siap menghadapi laporan sebagian warganya ke Polres Sragen.

Ia balik memastikan bahwa semua proses terkait pembangunan pabrik garmen PT Glory Industrial Semarang di Dukuh Benersari, sudah sesuai prosedur.

“Sudah dilaporkan ke Polres Pak. Ya kami siap-siap saja. Enggak apa-apa,” katanya dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (17/9/2021).

Pariyo menguraikan soal penutupan jalan di RT 26 dan 27 yang dipersoalkan karena dianggap tanpa musyawarah, ia membantah.

Advertisement

Menurutnya proses pengalihan dan penentuan jalan pengganti, sudah dilakukan secara prosedural. Proses itu, lanjutnya, juga sudah dilakukan dengan musyawarah dengan lembaga BPD dan warga.

“Pokoknya sudah prosedural. Semua kami lakukan sesuai prosedur,” kata dia.

Perihal dokumen-dokumen soal penutupan jalan hingga pengalihan, ia menyampaikan bahwa dokumen itu sudah diserahkan.

“Dokumennya sudah diberikan,” katanya.

Sebelumnya, Sebanyak 18 advokat di Sragen yang tergabung dalam Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Sragen menggeruduk Polres setempat, Kamis (15/9/2021).

Baca Juga :  Sragen Mulai Dilanda Kekeringan, Ratusan Warga di Kowang Sumberlawang Sudah 2 Bulan Kesulitan Air Bersih

Kedatangan mereka untuk melaporkan salah satu Ketua RT di Desa Bener, Kades Bener, pimpinan PT Glory Industrial dan Bupati Sragen terkait penutupan akses jalan warga untuk kepentingan pembangunan PT Glory di desa tersebut.

Belasan advokat itu melapor setelah mendapat surat kuasa dari sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) di dua RT yakni RT 26 dan 27 di sekitar pabrik, yang terdampak oleh penutupan jalan.

Mereka melapor bersama beberapa perwakilan warga. Setiba di Polres, mereka langsung diterima di ruangan Kasat Reskrim.

Ketua PBH Peradi Sragen, Amriza Khoirul Fachri mengatakan kedatangannya bersama 17 advokat ke Polres itu untuk melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan sejumlah pihak terkait penutupan jalan desa antara RT 26 dan 27 Benersari, oleh pihak pabrik PT Glory.

Ia menyebut ada 4 pihak yang dilaporkan. Masing-masing Ketua RT, Kades Bener, pimpinan pabrik dan Bupati Sragen.

Baca Juga :  Sopir Ugal-Ugalan, Bus Sugeng Rahayu Gasak Bus Mira dan Pemotor di Ngawi. Pemotor Sampai Tergencet di Tengah-Tengah

Keempat pihak itu diduga turut andil terhadap penutupan jalan sepanjang 150-200 meter untuk kepentingan pabrik tanpa melalui prosedur yang benar.

“Kedatangan kami ke Polres ini berkaitan dengan pengaduan warga di Desa Bener yang keberatan dengan penutupan jalan untuk pabrik itu. Yang kami laporkan, pimpinan PT Glory sebagai pemohon penutupan jalan, kedua Bupati setempat sebagai yang menerima permohonan tersebut, ketiga Kades selaku pelaksana teknis di lapangan beserta Ketua RT 27,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , seusai laporan, Kamis (16/9/2021).

Indikasi Pelanggaran Aturan

Amriza menjelaskan langkah hukum ditempuh lantaran penutupan jalan desa itu dinilai telah mematikan akses dan merugikan 50 KK di dua RT.

Jalan pengganti yang kemudian dibuat oleh pabrik, dianggap tidak bisa berfungsi dan melanggar asas tepat guna karena warga justru harus jauh memutar lebih jauh untuk melintasinya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua