JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisruh Melulu, Ini Profil Pabrik Garmen PT Glory Ngrampal Sragen. Tirai Ternyata Sudah Siap Buka, Disebut Bakal Tampung 5.000 Tenaga Kerja

Penampakan dari depan kondisi pabrik garmen PT Glory Industrial Semarang di Benersari, Bener, Ngrampal sudah dilengkapi papan nama yang tertutup kain, Jumat (17/9/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pembangunan pabrik garmen PT Glory Industrial Semarang di Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen tak henti memicu polemik.

Sempat bikin geger gegara kompensasi terhadap warga terdampak, proses pembangunan pabrik itu kembali menuai polemik baru hingga ke ranah hukum.

Sejumlah warga terdampak Kamis (16/9/2021) menggandeng 18 advokat di bawah bendera Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Sragen, melaporkan Ketua RT, Kades, pimpinan pabrik hingga Bupati ke Polres.

Merek menyoal penutupan jalan warga oleh pabrik yang dinilai melanggar UU maupun Peraturan Mendagri.

Advertisement
Baca Juga :  Breaking News: Kecelakaan Maut Dekat Jembatan Grompol Sragen Malam Ini. Pemotor RX King Tewas, Motornya Ringsek

Bagaimana sebenarnya kondisi dan realita terkait pabrik tersebut? JOGLOSEMARNEWS.COM mencoba mengorek keterangan dari dinas terkait yakni Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen.

Kepala DPMPTSP Sragen, Tugiyono mengungkapkan saat ini PT Glory yang membangun pabrik garmen di Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, memang belum mengantongi izin namun sedang proses pengurusan izin.

Meski demikian, pihak pengembang pabrik itu sudah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) yang menjadi prasyarat bisa memulai aktivitas pembangunan usaha.

Baca Juga :  Innalillahi, Pelajar SMP yang Tertimpa Pohon Talok Saat Naik Motor di Ngrampal Sragen Akhirnya Meninggal Dunia. Langsung Dimakamkan Malam Hari

“Kalau dari sisi tata ruang sudah masuk. Lalu kalau untuk perizinan, ini masih dalam proses,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM belum lama ini.

Ia menguraikan berdasarkan peraturan terbaru, untuk investasi atau usaha, memang lebih longgar. Di mana pelaku usaha sudah bisa memulai aktivitas pembangunan ketika sudah mengantongi NIB.

NIB itu diperoleh dengan mendaftar via online. Sementara sembari menunggu perizinan terbit, pengusaha sudah bisa melakukan aktivitas pembangunan dan lain-lainnya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua