JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Menguak Pusaran Korupsi Mantan Kapolsek di Sragen AKP SR. Kenal Wakil Ketua DPR Awal 2020, September Langsung Disetor Rp 3 Miliar, Total Terima Rp 11,5 Miliar

Ilustrasi tumpukan uang BB korupsi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus korupsi bermodus pemerasan dan suap yang menyeret mantan Kapolsek Gemolong Sragen sekaligus eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), AKP Stepanus Robin Pattuju terus menguak fakta baru.

Robin yang menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan pada hari ini, Senin, 13 September 2021 lalu, ternyata sempat dipanggil oleh Wakil Ketua DPR, asal Golkar, Azis Syamsuddin.

Robin dipanggil ke rumah dinasnya karena ketar-ketir namanya dan salah satu rekan legislator, Aliza Gunardo, disebut terseret dalam kasus korupsi DAK.

Azis sendiri kemudian muncul dalam berkas dakwaan Robin akibat dugaan setorannya ke Robin senilai hampir Rp 3 miliar.

Baca Juga :  Warga Sragen Siap-Siap, Natal Tahun Baru Bakal Ada Penyekatan Jalur. Bupati Instruksikan Semua Camat dan Muspida Sisir Wilayah!

Dalam petikan dakwaan yang diunggah di Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Jakarta Pusat, nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin memang terseret dalam kasus tersebut.

Azis dan politikus Golkar, Aliza Gunado disebut memberikan uang senilai Rp 3 miliar kepada Robin dan seorang pengacara Maskur Husain.

Berdasarkan dokumen yan diperoleh Tempo, Robin mengenal Azis sejak awal 2020. Pada September 2020, Azis diduga memanggil Robin ke rumahnya di Jalan Denpasar Raya.

Berbicara di teras belakang rumah, Azis menunjukkan foto panggilan KPK atas nama Aliza Gunado dalam perkara Dana Alokasi Khusus Lampung Tengah.

Baca Juga :  Waspada, Nama Kapolres Sragen Dicatut untuk Memeras. Modusnya Telepon Keluarga Tersangka, Minta Rp 100 Juta Langsung Dibebaskan

“Itu kader Partai Golkar, kamu bisa bantu enggak supaya Aliza Gunado tidak menjadi tersangka?” kata Azis seperti dikutip dari dokumen tersebut.

Robin menelepon pengacara asal Medan yang juga berstatus terdakwa, Maskur Husain untuk mengecek informasi tersebut.

Dua hari kemudian, Maskur Husain menelepon Robin. Maskur mengatakan KPK akan menetapkan Aliza menjadi tersangka.

Dia meminta uang Rp 1,5 miliar. Namun belakangan terungkap Robin meminta Rp 2 miliar per orang atau total Rp 4 miliar demi mengurus agar keduanya lolos dari jerat tersangka.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua