Beranda Umum Nasional Picu Munculnya Isu Komunisme, Ini Klarifikasi untuk Pemindahan Patung di Kostrad

Picu Munculnya Isu Komunisme, Ini Klarifikasi untuk Pemindahan Patung di Kostrad

Tiga patung yang terdiri dari Jenderal TNI AH Nasution, Mayjen Soeharto dan Kolonel Sarwo Edhie Wibowo / republika.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rencana pemindahan tiga patung yang terdiri dari Jenderal TNI AH Nasution, Mayjen Soeharto, dan Kolonel Sarwo Edhie Wibowo, di Museum Dharma Bhakti mengundang berbagai macam reaksi.

Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo pun menanggapi masalah pemindahan ketiga patung tersebut.

Dilansir dari republika.co, Gatot mengatakan bahwa terdapat indikasi yang sengaja dibiarkan dan berpotensi mengulang sejarah kelam peristiwa di masa lalu.

“Mengapa saya sampaikan ini? Untuk mengingatkan bahwa indikasi seperti ini apabila dibiarkan maka peristiwa kelam tahun 65 bisa terjadi lagi. Betapa menyakitkan dan menyedihkan. Yang korban rakyat juga,” ucap Gatot sebagaimana dikutip dari laman republika.co, Rabu (29/9/2021).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa membantah kebenaran dari tudingan yang dilontarkan.

Menurutnya, tudingan itu tidak tepat dan terkesan dimanfaatkan untuk kepentingan politik semata.

Baca Juga :  Prabowo Kumpulkan Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bahas MBG dan Pangan Nasional  

Ia mengatakan, pembongkaran patung-patung tersebut adalah permintaan langsung dari pembuatnya, Pangkostrad ke-34 Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution.

Menurutnya, hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan.

“Ini jelas bahwa pembongkaran patung sejarah G30S/PKI adalah permintaan langsung dari pembuatnya eks-Pangkostrad ke-34. Tentu seharusnya bukan menjadi persoalan,” kata Herry, dikutip dari republika.co, Rabu (29/9/2021).

Herry menilai alasan pembongkaran patung-patung tersebut wajar karena didasari atas keyakinan agama.

Menurutnya, alasan AY Nasution meminta kembali patung demi ketenangan pribadi seharusnya dihormati.

“Sebenarnya permintaan Letjen (Purn) AY Nasution ini masuk akal didasari keyakinan agama yang dianutnya yang melarang soal patung. Saya pikir tidak ada yang keliru,” ujar Herry.

Ia pun menyayangkan adanya upaya politisasi dengan membuat isu yang terkait dengan kejadian ini.

Menurutnya, isu mengenai kebangkitan komunisme yang selalu digoreng oleh oknum tertentu demi kepentingan politik hanya akan menyebabkan kemunduran bangsa.

Baca Juga :  Survei LSI: Mayoritas Pemilih Prabowo-Gibran Tolak Pilkada Lewat DPRD, Nah?

“Hal ini jangan sampai dipolitisasi oleh oknum yang selalu bernarasi soal kebangkitan komunisme karena akan menyebabkan kemunduran bangsa,” ucap Herry. Grahita Narasetya

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.