JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Keluarga Mahasiswa UNS yang Tewas Saat Diklat Menwa Siap Menggugat. Tak Ada Panitia Berani Melayat

Suasana upacara pemakaman di rumah duka / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus kematian mahasiswa UNS Gilang Endy Saputra (21) saat mengikuti Diklat Menwa terus berlanjut.

Pihak keluarga tidak terima dan mencurigai mengarah dugaan kematian korban disebabkan penganiayaan, melihat dari  luka di sekujur tubuh korban.

Kadus Keti Desa Dayu, Karangpandan, Karanganyar, Yoga Candra Santosa mengatakan usai pemakaman pihak keluarga berembug akan menggugat pihak UNS untuk bertanggung jawab.

Baca Juga :  Aliran Politik Loss Dol Suprapto Koting,  Anggota DPRD Karanganyar. Rela Rogoh Kocek Pribadi Rp 5,4 Juta Per Bulan Demi Asuransikan Warga Miskin

Kini keluarga tinggal menunggu satu langkah saja,  yakni hasil otopsi yang hingga sekarang belum keluar.

“Semalam selepas pemakaman keluarga sudah berunding bahwa tidak terima terhadap kematian Alm Gilang Endi Saputra karena sangat banyak kejanggalannya, sehingga tetap akan menuntut proses hukum,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (26/10/2021).

Baca Juga :  Wisata Mulai Bergairah, Pengusaha Getuk Ekspansi Buka Restoran Representatif

Alasan dasar menggugat lanjut Yoga Candra Santoso,  karena hingga saat ini tidak ada kejelasan langsung dari panitia Diklat Menwa tentang detail penyebab kematian almarhum tentang luka yang mengenaskan itu.

Bahkan tragisnya lagi hingga sekarang panitia terkesan cuci tangan dan tidak berani datang di acara pemakaman.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua