JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Menko Airlangga: Digitalisasi Koperasi Solusi Hadapi Tantangan di Tengah Pandemi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto / Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Koperasi sejauh ini dipercaya menjadi andalan masyarakat untuk memutar roda perekonomian.

Meski demikian, di tengah pandemi Covid-19 ini, Koperasi tak luput dari berbagai kendala dan tantangan untuk menjalankan usahanya.

Beberapa di antaranya adalah terganggunya pengembalian pinjaman, omzet yang turun, penarikan simpanan, penundaan rapat anggota tahunan (RAT) dan masih banyak kendala lainnya.

Demikian diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Dewan Koperasi Indonesia (Rapimnas Dekopin) 2021 dengan tema Transformasi Digital Jalan Kemandirian Koperasi secara daring dan luring di Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Menko Airlangga mengatakan, pengembangan koperasi untuk saat ini memang memiliki tantangan sendiri. Sehingga, perlu dilakukan upaya penguatan peran koperasi.

Baca Juga :  Menko Airlangga:  Perguruan Tinggi Harus Mampu Seimbangkan Dinamika Perubahan di Sektor Industri

Terkait dengan pengelolaan manajemen kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM koperasi, penggunaan teknologi dan sistem informasi baik dalam manajemen koperasi maupun dalam menjalankan usahanya, perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan serta kemitraan.

Di era digital ini, jelas Menko Airlangga, digitalisasi koperasi makin penting. Tentunya ini menurut Airlangga adalah peluang emas karena saat ini pasar digital di Indonesia sebesar 44 milyar dolar AS, dan di tahun 2025 diprediksi sekitar 125 milyar dolar AS.

Jika seluruh koperasi ini dilakukan digitalisasi, dengan anggota yang lebih dari 25 juta, tentu akan menjadi nilai yang luar biasa,” ucap

Pemerintah, menurut Menko Airlangga tak kurang-kurang menjaga dan memotivasi koperasi. Koperasi didorong melalui regulasi dengan terbitnya UU Cipta Kerja pada tahun 2020. Prinsipnya adalah memberi kemudahan koperasi dalam berkembang dan berdaya saing.

Baca Juga :  Tren Kasus Covid-19 di Eropa Melonjak, Jokowi Minta Indonesia Harus Waspada, Terutama Hadapi Nataru

Dalam UU Cipta Kerja telah diatur penyederhanaan anggota pendiri koperasi, yaitu koperasi primer dapat dibentuk paling sedikit 9 orang.

“Kalau sebelumnya, minimal harus 20 orang, buku daftar anggota dapat berbentuk dokumen tertulis atau elektronik dengan tujuan memudahkan pengadministrasian daftar anggota lebih cepat dan akurat,” papar Menko Airlangga.

Belum lagi, Rapat Anggota dapat dilakukan secara daring dan/atau luring, usaha koperasi dapat dilaksanakan secara tunggal atau serba usaha.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua