KARANGANYAR,JOGLOSEMARNEWS COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelontorkan bantuan jagung untuk pakan ayam petelur se-Indonesia sebanyak 30.000 ton guna mengatasi naiknya harga pakan ayam dan anjloknya harga telur.
Adapun kuota untuk Jawa Tengah (Jateng) sebanyak 3,5 juta ayam petelur di Soloraya, dan sebagian daerah di Jawa Tengah mendapat kuota sebanyak 2.000 ton.
Bantuan jagung pakan ayam tersebut disalurkan melalui Koperasi Pinsar Petelur Nasional (PPN) untuk disalurkan langsung pada kelompok sentra peternak ayam petelur.
Diharapkan dengan adanya bantuan Cadangan Stabilisasi Harga Pangan CSHP dapat berpengaruh mendorong stabilitas harga telur dengan cara peternak dibantu satu sub berupa pakan ternaknya.
Sekretaris PPN Cabang Soloraya Heru Santoso mengatakan bantuan jagung untuk pakan ayam petelur tersebut itu merupakan upaya pemerintah untuk mengatasi naoiknya harga pakan dan anjloknya harga telur yang boleh dikata selama dua bulan ini mengalami titik nadir harga terendah dibawah Harga Pokok Produksi HPP.
“Iya ini kami dari PPN mendapat amanat dari Presiden Jokowi untuk penyaluran bantuan jagung adapun untuk Soloraya dan sebagisn Jawa Tengah sebanyak 2.000 ton sudah kami sampaikan bertahap seiring kesiapan stok, “ungkapnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (6/10/2021).
Heru Santoso menjelaskan untuk pengadaan barang pihaknya bekerjasama dengan Bulog setempat mengingat kebutuhan banyak sehingga jika membeli dari petani langsung kendalanya terlalu lama untuk pemenuhan stoknya.
Selain untuk kelangsungan stock, kerjasama tersebut juga untuk peternak agar mendapatkan harga jagung yang wajar sesuai dengan harga acuan yang di tentukan Permendag Nomor 7 Tahun 2020.
“Harga jagung pasaran sudah menyentuh level Rp 6.000/Kg-Rp 6.300/Kg,” tandasnya.
Menurut Heru Santoso dengan adanya bantuan tersebut jelas meringankan peternak ayam petelur mengingat kebutuhan pakan ayam sekitar 70% dari investasi usaha peternakan ayam petelur sehingga jika harga jagung diatas harga acuan Kemendag, sementara harga telur di bawah acuan Kemendag peternak pasti menjerit.
Apalagi, lanjutnya dua – tiga bulan terakhir ini harga telur jatuh dilevel paling parah kisaran Rp 13.000/Kg-Rp 15.000/Kg. Sementara harga telur normal kisaran Rp 19.500/Kg- Rp 22.000/Kg.
Tak pelak, akibatnya peternak makin terpuruk tiada pilihan lain kecuali merugi dan merugi.
“Untuk itulah Presiden Jokowi menggelontorkan bantuan tersebut yang muaranya untuk membangkitkan kembali harga telur. Beni Indra
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














