JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

PTSL Jadi Sorotan, Begini Pengakuan Kades Kecik Soal Biaya Rp 2,5 hingga 3 Juta, Sampai Jatah Honor Camat maupun BPN!

Puluhan warga pemohon PTSL di Desa Kecik, Tanon, Sragen saat antri pemeriksaan oleh tim Inspektorat Kabupaten Sragen, Rabu (27/10/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM -Kasus dugaan penyimpangan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Desa Kecik, Kecamatan Tanon, kini tengah jadi sorotan.

Setelah masuk aduan ke Bupati, kasus itu kini tengah didalami oleh Inspektorat Kabupaten Sragen. Kades Kecik, Sukidi yang dituding melakukan pungutan liar dengan dalih memproses reguler pun akhirnya buka suara.

Ia mengatakan program PTSL di Desa Kecik dimulai tahun 2020 dengan mendapat kuota 175 bidang dari BPN. Namun karena ada pemangkasan kuota atau saving akibat pandemi Covid-19, dari jumlah itu yang jadi hanya 106 dan menyisakan 68 bidang.

Menurut Sukidi, karena hingga medio 2021 tidak ada kabar, ia pun mencoba menanyakan ke BPN. Saat itu ia mengklaim jawaban dari BPN bahwa kuota PTSL untuk Kecik sudah habis.

Baca Juga :  Kena Gerebek Polisi, Bos Anjing Asal Sragen Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

“Lalu saya ketemu Pak Sekda. Saya matur beliau kalau kuota PTSL Kecik habis, minta tolong agar dibantu. Lalu saya sampaikan karena kuota habis saya berinisiatif bagaimana kalau diproses reguler. Waktu itu belum tahu kalau diberi kuota lagi. Ternyata selang beberapa waktu, saya kontak ke BPN katanya Keck diberi prioritas dan dapat kuota lagi. Tapi hanya 59 bidang,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (28/10/2021).

Karena sudah terlanjur dibilang akan diproses reguler, ia pun menyampaikan kepada pemohon bahwa biayanya antara Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta.

Ia mengklaim uang itu uang titipan kalau nanti jadi diproses reguler. Ia membantah dituding menarik pungutan liar PTSL dibahasakan reguler.

Namun ia mengakui memang bersalah tidak segera menyampaikan ke warga ketika diberitahu BPN bahwa kuota Kecik yang semula habis, akhirnya diberi kuota kembali.

Baca Juga :  Kabar Baik, Dirut CV MSB Sugiyono Sampaikan Tagihan Rp 888 Miliar untuk 2.642 Mitra Akan Dibayar Dalam 6 Termin. Sumber Dananya dari Bisnis Ini!

“Itu mungkin kesalahan saya, nggak segera menyampaikan ke warga,” ujarnya.

Kades juga membantah door to door dan menelepon warga pemohon untuk membayar Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta. Namun ia menyebut bahwa warga yang datang sendiri ke rumahnya.

Dari seleksi BPN ternyata dari 59 bidang itu, yang memenuhi syarat hanya 54. Dari jumlah itu, menurutnya banyak yang belum membayar.

Tapi ia menyebut uang titipan warga sudah ia kembalikan semua. Termasuk berkas 5 bidang yang tidak bisa diproses karena tidak memenuhi syarat serta mundur, juga sudah ia kembalikan.

“Sudah saya kembalikan uangnya,” katanya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua