JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Video yang menunjukkan kemarahan Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini saat kunjungan kerja di Gorontalo sempat viral di media sosial.
Bahkan, video tersebut telah menuai banyak reaksi. Hingga tidak sedikit pula yang menyayangkan sikap emosionalnya.
Dalam video singkat yang beredar, Risma tampak emosi dan memarahi salah satu orang dalam ruangan. Bahkan, ia marah di hadapan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim.
“Tak tembak kamu!” ucap Risma dalam video tersebut sambil menunjuk pria berbaju merah.
Awalnya tampak banyak yang mengira Risma hanya bercanda, namun ruangan menjadi hening setelah mereka mengetahui bahwa Risma benar-benar memarahi pria tersebut.
Dilansir dari liputan6.com, kemarahan Risma ternyata muncul akibat mendapat laporan dari petugas dinas sosial Kabupaten Gorontalo bahwa ada nama penerima bansos yang dicoret dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Husain UI.
Menurutnya, kemarahan Risma dipicu lantaran ada salah satu penerima yang telah dihapus sebagai penerima bantuan. Setelah di cek oleh staf ahli menteri, ternyata orangnya masih ada.
“Nah, itulah yang membuat Mensos marah kepada koordinator daerah penyalur bansos. Sebab mereka itu diangkat oleh Mensos dan bermitra dengan Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari liputan6.com, Sabtu (2/10/2021).
Video kemarahan Risma tersebut kemudian viral dan menjadi bahan pembicaraan warganet. Bahkan tagar #Bu Risma sempat masuk trending topic di twitter pada Sabtu (2/10/2021), dengan lebih dari 5.000 cuitan.
Tidak sedikit yang menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh mantan Walikota Surabaya tersebut.
Selain dari warganet, kekecewaan juga disampaikan oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie.
Ia menilai sikap Mensos Risma tidak sepatutnya dilakukan. Sebagai seorang ibu dan sebagai seorang pejabat negara, Risma seharusnya mampu memberi contoh yang baik.
“Saya saat melihat video itu sangat prihatin. Saya tidak memprediksi seorang ibu menteri sosial memperlakukan seperti itu. Contoh yang tidak baik,” kata Rusli.
Rusli mengingatkan, bila terdapat kesalahan yang dilakukan seseorang sebaiknya dikoreksi, bukan diperlakukan seperti di video. Tindakan tersebut merupakan tindakan yang kurang pantas dilakukan di depan umum.
“Pangkat, jabatan harus kita jaga. Tidak ada artinya pangkat ini semua kita tinggalkan. Kalaupun toh dia salah ya dikoreksi, di depan umum lagi,” sambungnya.
Ia pun meminta Presiden Joko Widodo agar memperingatkan Risma yang dalam banyak kesempatan sering meluapkan emosinya.
“Tolonglah, mumpung Pak Presiden juga bisa lihat di Youtube, di mana mana karena sudah ribut. Memperingati stafnya karena seperti itu,” pungkasnya. Grahita Narasetya