Beranda Daerah Wonogiri Tahun 2022 Kuota Solar Bersubsidi di Wonogiri Bakal Naik 3 Persen Menjadi...

Tahun 2022 Kuota Solar Bersubsidi di Wonogiri Bakal Naik 3 Persen Menjadi 35.206 Kiloliter, Stok Dipastikan Aman

Bus AKAP
Deretan bus di Terminal Tipe A Giri Adipura Krisak Selogiri Wonogiri. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Wonogiri akan dinaikkan pada 2022 mendatang. Selain itu stok solar dipastikan aman.

Sales Branch Manager 7 Pertamina Yogykarata, Hari Prasetyo mewakili Manager Communication Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih menerangkan, penambahan kuota telah diusulkan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng. Ketika usulan tersebut diakomodir oleh BPH Migas, kuotanya nanti akan disebar ke kota/kabupaten dan SPBU-SPBU.

“Yang penting kita sudah berupaya meminta tambahan dengan data dukung peningkatan trend. Usulan dari provinsi nanti di-breakdown ke kota/kabupaten dan SPBU,” kata Harry kepada wartawan di Wonogiri, Selasa (26/10/2021).

Sementara itu, kuota solar untuk Kabupaten Wonogiri pada 2021 ini sebesar 34.180 kiloliter. Sementara kuota solar untuk tahun mendatang atau 2022 diusulkan ditambah 3% menjadi 35.206 kiloliter.

Soal kelangkaan solar yang terjadi beberapa hari lalu karena penurunan PPKM ke level 2. Sehingga mobilisasi masyarakat agak longgar dan permintaan BBM meningkat.

Baca Juga :  Fakta Mengejutkan Terungkap di Hutan Wonogiri, Banyak Tanaman Hilang

Saat ini, stok BBM sudah ditambah sehingga tidak lagi terjadi antrean panjang. Stok Pertamina menurut dia sebenarnya aman tidak ada kendala.

“Dari depot Boyolali sangat aman. Meskipun nanti kuotanya dinaikkan, stok BBM tetap aman,” tutur Harry.

Namun demikian pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Wonogiri meminta kuota solar bersubsidi ditambah tahun ini. Pasalnya, permintaan BBM biasanya meningkat mendekati hari raya Natal dan tahun baru (Nataru).

Terlebih, sebagian besar daerah sudah masuk level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga mobilitas mulai dilonggarkan.

Mulyanto, pengelola SPBU Pracimantoro, meminta penambahan kuota BBM tidak hanya direalisasikan 2022 mendatang. Namun bisa direalisasikan beberapa bulan menjelang akhir tahun ini.

Hal senada diutarakan Joko Susilo, pengelola SPBU Baturetno. Hingga Oktober ini, solar di SPBU tersebut tinggal sekitar 319.000 liter. Dengan asumsi sehari jual 3.500 liter, kalau menuruti kondisi seperti ini, pasti stok habis dengan segera. Aris

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.