JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Organda Sragen Ungkap Pemalsuan Surat untuk Mutasi Kendaraan Pelat Kuning. Kop, Nama Ketua Hingga Tandatangan Diduga Hasil Dengkulan

Ketua DPC Organda Sragen sekaligus Ketua KSU Koorda Wijaya Asri, Eko Sudarsono saat menunjukkan dua surat pelepasan hak yang asli dan yang diduga palsu, Jumat (5/11/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM DPC Organda Sragen mengungkap indikasi pemalsuan surat pelepasan hak untuk mutasi kendaraan angkutan di wilayah Sragen.

Modusnya pelaku nekat membuat surat pelepasan hak dengan memalsukan tandatangan ketua dan stempel dari badan hukum yang berwenang menerbitkan surat.

Kasus pemalsuan itu menimpa Koperasi Serba Usaha (KSU) Koorda Wijaya Asri di Gondang.

Ketua DPC Organda Sragen, Eko Sudarsono mengungkapkan dugaan pemalsuan itu ditemukan untuk mengurus mutasi sebuah mobil angkutan barang jenis Isuzu Elf pelat kuning bernopol AD 8002 OY.

Baca Juga :  Dibantu BRI Rp 500 Juta, Masjid Yonif 408 Sragen Kini Berubah Jadi Megah. Danrem Sampaikan Terimakasih

Mobil yang sebelumnya terdaftar sebagai anggota KSU tersebut hendak dimutasi kepemilikannya ke wilayah Klaten menjadi pelat hitam.

Namun surat pelepasan hak yang digunakan untuk syarat pengurusan, ternyata diduga kuat bukan asli diterbitkan dari KSU itu.

“Kebetulan Ketua KSU Wijaya Asri itu atas nama saya sendiri, Eko Sudarsono. Ketahuannya ketika kemarin dari petugas Dishub Pak Wagimin memeriksa berkas mutasi mobil itu. Karena sudah lama kenal, dia hafal betul KSU saya dan tandatangan saya. Nah di surat pelepasan hak itu nama ketuanya bukan nama saya. Karena sudah ada indikasi pemalsuan, lalu sekretaris saya dipanggil dan disampaikan surat itu. Setelah saya cek ternyata benar indikasinya telah dipalsukan,” papar Eko kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , di Sekretariat Organda Sragen, Jumat (5/11/2021).

Baca Juga :  Waspada, Ini Daftar Lengkap 5 Napi Lapas Sragen yang Kabur Dinihari Tadi. Kasusnya Bikin Resah!

Eko menyampaikan indikasi pemalsuan itu diketahui dari kop surat KSU yang berbeda dari aslinya. Kemudian nama pimpinan KSU yang harusnya ditulis Ketua, dalam surat itu ditulis Kepala.

Dalam surat itu, Ketua KSU ditulis Siti Hanna. Padahal Ketua KSU Koorda Wijaya Asri adalah Eko Sudarsono.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com