JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Pemuda Jadi Agen Ketahanan Nasional

Istimewa

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemuda berkontribusi besar dalam memperkuat ketahanan nasional. Hal ini dibahas dalam webinar yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY), Sabtu (27/11/2021).

Kegiatan yang digelar dalam dua sesi ini menghadirkan pembicara ahli dan pembicara mahasiswa. Hadir sebagai pembicara ahli Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY, GKR Bendara.

Ada pula Kepala Subdirektorat Lingkungan Pendidikan, Direktorat Bela Negara, Ditjen Potensi Pertahanan, Kementerian Pertahanan RI Kolonel Marinir Rachmat Djunaidy.

Selanjutnya adalah Presidium MAFINDO, Anita A. Wahid dan Rektor UPNVY, M Irhas Efendi.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY, GKR Bendara mengemukakan, pariwisata dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi sektor yang berperan penting dalam ketahanan nasional.

Sektor ini, kata dia, membantu memupuk rasa bangga terhadap negara.

Baca Juga :  Fix, Relokasi PKL Malioboro Akan Dimulai Awal Februari

“Misalnya museum yang sering dipandang sebelah mata… di Indonesia museum dianggap minoritas, sebagai objek wisata sekolah… padahal museum adalah ujung tombak dalam memperkenalkan sejarah dan jati diri. Ujung tombak ketahanan nasional,” papar dia, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Dalam kaitannya dengan pemuda, GKR Bendara, mengatakan, pelaku pariwisata saat ini, khususnya wilayah Yogyakarta adalah anak muda usia 16-35 tahun.

Kemunculan berbagai desa wisata mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.

“Seluruh desa wisata diwajibkan memiliki UMKM dari daerah itu sendiri. Sumber daya manusia juga dari daerah itu sendiri yang diasah skill-nya. dengan demikian rasa memiliki di desa-desa wisata tumbuh dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Lingkungan Pendidikan, Ditjen Potensi Pertahanan, Kolonel Marinir Rachmat Djunaidy mengangkat tema ketahanan nasional, bela negara, dan pemuda.

Baca Juga :  PKL Malioboro Menolak Relokasi, Pemerintah DIY Pastikan Minggu Depan Mulai Pindah, Awal Februari Selesai

Dia mengutarakan untuk mengatasi berbagai ancaman terhadap kedulatan negara bukan saja tugas utama TNI tetapi seluruh warga negara Indonesia.

Konsep bela negara sudah ada sejak lama hanya saja sempat meredup dan saat ini kembali banyak dibicarakan.

“Bela negara bukan wajib militer. Bela negara berarti mengaktualisasikan diri dan mencintai bangsa dan negara sehingga mampu berkorban demi negara,” tegas Raachmat.

Di hadapan peserta webinar dirinya juga menambahkan pemuda harus memiliki jiwa bela negara agar dapat membawa masyarakat ke dalam persatuan dan kesatuan.

Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Anita A. Wahid menambahkan ancaman yang muncul saat ini adalah polarisasi kelompok, yakni kecenderungan kelompok yang mengarah pada pemikiran tertentu.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua