JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hampir Setahun, Kasus Dugaan Mafia Tanah Negara Libatkan Panitia PTSL di Sragen Masih Menggantung. Padahal Sudah 10 Bulan SPDP Diterbitkan

Ilustrasi Presiden Joko Widodo saat menyerahkan secara simbolis dan serentak sertifikat tanah untuk ribuan warga eks Karesidenan Surakarta peserta program PTSL 2017 di Stadion Taruna Sragen November 2017 silam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus dugaan mafia tanah dengan modus mengalihkan tanah OO atau tanah negara menjadi hak milik pribadi melalui program PTSL di Desa Trombol, Kecamatan Mondokan, Sragen, masih menjadi sorotan.

Pasalnya, hampir setahun kasus itu dilaporkan ke kepolisian, hingga kini kasus itu masih menggantung tanpa kejelasan.

Padahal, surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kasus itu sudah diterbitkan oleh Polres sejak Februari 2021 lalu atau hampir 10 bulan.

Namun hingga penghujung tahun 2021 ini, kabar SPDP lanjutan atau berkas yang dinantikan tak kunjung dilimpahkan.

“Belum ada perkembangan lagi. Kami juga masih menunggu kelanjutan dari penyidik kepolisian. Kalau SPDP memang sudah kami terima sejak Februari 2021 lalu,” papar Kasi Pidana Khusus, Agung Riyadi mewakili Kajari Sragen Sinyo Benny Redy Ratag, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (20/12/2021).

Baca Juga :  Ketakutan Virus LSD Merebak, Peternak Sragen Rela Jual Sapi Murah-Murahan

Sebelumnya, dua bulan lalu, ia sempat menyampaikan ada progres terbaru yakni penyidik yang menangani kasus itu sudah berkoordinasi untuk segera mengirimkan SPDP lanjutan yang ada nama tersangkanya.

Akan tetapi, sampai saat ini belum ada perkembangan lagi.

“Sebelumnya kan baru SPDP tapi belum ada nama tersangkanya. Nah, kemarin dari penyidik mengubungi kami berkoordinasi bahwa nanti akan segera mengirimkan SPDP yang ada nama tersangkanya,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM akhir Oktober lalu.

Agung menguraikan SPDP kasus PTSL Trombol itu sudah diterima dari Polres Sragen sejak 3 Februari 2021 silam.

Sempat tiga bulan lebih vakum, penyidik di Polres kemudian melanjutkan kembali penanganan kasus yang sempat ramai dan menjadi sorotan publik tersebut.

Agung menyebut pihaknya kini tinggal menunggu kiriman SPDP terbaru dengan tersangka, seperti yang dijanjikan penyidik.

Baca Juga :  9 Sapi Mati, Bupati Sragen Minta Masyarakat Tak Konsumsi Daging Sapi Terkena LSD

“Setelah nanti dikirim, kami tinggal menunggu kiriman berkasnya,” jelasnya.

Agung menyampaikan biasanya ketika SPDP sudah dikirimkan ke kejaksaan, normalnya paling lama sebulan atau dua bulan sesudahnya, akan diikuti pelimpahan berkas dan penetapan tersangka.

“Kami kan sifatnya pasif, hanya menunggu dan menerima limpahan dari Polres. Harapan kami kalau memang sudah jelas, ya segera dinaikkan berkasnya biar segera ada kejelasan,” tandasnya.

5 Bidang Tanah Dialihkan

Seperti diberitakan, kasus dugaan mafia tanah yang melibatkan panitia PTSL di Trombol itu mencuat sekitar akhir 2020 lalu setelah dilaporkan oleh salah satu tokoh masyarakat di desa tersebut.

Kemudian dalam.perjalannya, dari Polres kemudian menerbitkan SPDP dan dikirim ke Kejaksaan pada 3 Februari 2021. Saat itu SPDP diterbitkan namun belum disertai penetapan nama tersangka.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com