JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Bikin Pilu, Ini Tulisan Lengkap Surat Wasiat Agung Sebelum Bunuh Diri di Sungai Karangjati Boyolali!

Surat wasiat tulisan tangan yang ditemukan dari kasus tewasnya Agung Kusuma Wardhana. Foto/Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Misteri aksi bunuh diri Agung Kusuma Wardhana (33) warga Desa Walen, Kecamatan Simo yang ditemukan tergeletak di gorong- gorong bawah Jembatan Sungai Serang, Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Selasa (4/1/2022) siang menyisakan cerita memilukan.

Ya, bersamaan dengan penemuan mayat Agung, ditemukan pula sepucuk surat tulisan tangan. Surat yang diduga wasiatnya itu ditemukan polisi.

Isi surat pun memilukan. Ada pesan-pesan sarat makna yang dituliskan almarhum untuk bapak dan sebuah nama bernama Nung yang diduga adalah adiknya.

Dalam surat itu, ditulis pesan agar bapaknya tidak memakan uang hasil bunga bank karena riba dan dipesan menjauhi ghibah.

Ia juga berpesan agar adiknya ingat pesan terakhir di WA yang ia kirim. Kemudian pesan utangnya akan dibayar lewat uangnya yang dibawa oleh sebuah nama.

Baca Juga :  Awas Lur, Bahu Jalan SSB di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali Longsor

Berikut tulisan lengkap pada surat wasiat almarhum yang ditemukan.

Pake, ampun makan uang riba, bunga bank saestu…
Pake niku dosane ageng sanget.
Kalih ampun ngomong ke tiyang mawon, Ghibah niku ganjaran sing pake klumpukne dikekne wong sing diomongke elek..
Mung, ndhuk adi wedok kesayanganku..☺️ pie pie o kuwi bapakmu ya nung…inget WA ku terakhir tentang pake.. sitik wae ku terakhir tentang pake. Sitik wae ojo wani lan ngrasani bapak.
Utangku tak saur lewat duit le digawa abu ambi basori ya….
Suwun pake, mpun sempat sabar kalih kulo…
Nuuuuuuuungggg, atimu jan apik tenan suwun ya nduk wes sayang tenan ambik aku…Suwargo ge koe.”….

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (4/1/2022) memastikan korban meninggal akibat bunuh diri.

Baca Juga :  Seorang Warga Dukuh Jetis, Banyudono, Boyolali Tewas Gantung Diri

“Kami pastikan, itu murni kejadian bunuh diri,” paparnya.

Kepastian itu didasarkan pada bukti- bukti yang diperoleh polisi di TKP.
Antara lain, tali tambang yang mengikat leher korban adalah simpul hidup.

Juga ada bukti bekas hasil pemeriksaan dokter terkait gangguan depresi yang dialami korban.

“Bukti itu didapat di tas pinggang yang dikenakan korban,” urainya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua