JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger Bocah Difabel Berusia 13 Tahun di Tanon Sragen Diketahui Hamil 2 Bulan. Orangtuanya Syok Berat, Pelakunya Masih Misteri

Kondisi korban, bocah 13 tahun dan mengalami keterbelakangan mental asal salah satu desa di Tanon Sragen yang diketahui hamil 2 bulan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga di salah satu desa di Kecamatan Tanon digegerkan dengan kondisi seorang bocah perempuan yang mendadak diketahui hamil.

Ironisnya, bocah berinisial G (13) itu diketahui mengalami keterbelakangan mental. Hingga kini belum diketahui siapa pria yang tega menghamili bocah tersebut.

Kabar kehamilan itu mendadak jadi perbincangan dan menjadi keprihatinan warga di desa tersebut.

Sebagian bahkan geram dan mendesak aparat maupun dinas terkait bergerak mengusut siapa pelaku yang tega menghamili korban.

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , kabar menggemparkan itu mencuat sejak tiga hari lalu.

Baca Juga :  Ramai-Ramai Tutup Pasar Hewan, Disnakkan Sragen Nyatakan Belum Perlu. Ini Alasannya!

Saat itu orangtua korban kaget ketika memeriksakan putri semata wayangnya itu ke dokter. Sebab si bocah diketahui sudah hamil dua bulan.

“Awalnya orangtua curiga kok anaknya nggak datang bulan sudah dua bulan. Akhirnya diperiksakan dan ternyata lha kok sudah ada isinya (hamil). Kabar lalu menyebar dan langsung heboh. Warga banyak yang prihatin kok ya ada yang tega melakukan itu (menyetubuhi),” ujar EK, salah satu tokoh di desa tersebut kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (22/1/2022).

EK menuturkan setelah gempar di lingkungan, karang taruna dan beberapa tokoh langsung bergerak melakukan klarifikasi.

Baca Juga :  Bikin Jantungan, Ahsan/Kevin Bawa Tim Thomas Indonesia Unggul 2-0 atas Jepang. Kevin Sampai Teriak Emosional

Saat diinterogasi orangtua dan warga, bocah malang itu sempat menyebut ada tiga pelaku yang telah melakukan perbuatan tak senonoh kepadanya.

Dari tiga orang yang disebut, dua di antaranya tinggal masih satu desa. Namun si bocah itu juga mengaku pernah diperkosa oleh supir truk di dalam mobil.

Pengakuan korban yang berubah-ubah itu sempat membuat warga dan tokoh kebingungan.

“Dari dua terduga pelaku warga sini yang disebut korban itu, yang satu mengakui tapi tidak sampai sampai masuk. Nah yang satu tidak mengakui,” jelasnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua