JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kondisi Bocah 13 Tahun Difabel yang Hamil Korban Perkosaan di Tanon Memprihatinkan. Dinas dan Balai Besar BBRSPDF Solo Beri Pendampingan

Tim DPPKBP3A Sragen dan Balai Rehabilitasi BBRSPDF Solo saat mendatangi rumah bocah difabel korban perkosaan dan hamil di Jono, Tanon, Senin (24/1/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) memastikan akan memberikan pendampingan terhadap G (13) bocah difabel asal Desa Jono, Tanon, yang hamil diduga korban perkosaan.

Pendampingan diberikan mengingat kondisi korban yang masih kecil dan mengalami gangguan mental.

Selain itu kondisi ekonomi orangtua juga dinilai sangat memprihatinkan sehingga dipandang perlu diberikan bantuan penguatan.

Hal itu terungkap setelah pihak DP2KBP3A Sragen menyambangi korban di rumahnya, Senin (24/1/2022). Tim dinas itu datang bersama Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Dr. Soeharso Solo.

Baca Juga :  Ratusan Guru Honorer Lulus PG di Sragen Masih Terkatung-Katung Tak Dapat Formasi. Komisi X DPR RI Desak Pemkab Segera Usulkan ke Pusat

Kepala DP2KBP3A Sragen, Udayanti Proborini mengatakan kunjungan hari ini dilakukan sebagai tindak lanjut kunjungan pertama ke rumah korban pada Selasa (18/1/2022).

Hasil kunjungan hari ini, pihak Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Prof. Dr. Soeharso Solo siap memberikan pelayanan rehabilitasi kepada korban dan orangtuanya.

Layanan yang diberikan di antaranya layanan kesehatan bagi ibu dan bayi, layanan kebutuhan hidup, layanan konseling dan psikososial hingga layanan pendidikan dan keterampilan.

Baca Juga :  Puluhan Sapi Positif Terjangkit PMK, Bupati Sragen Wajibkan Ternak dari Luar Harus Punya Surat Ini!

“Insyaallah dari sisi rehabilitasi mendapatkan bantuan tim rehab dari dinas sosial. Namun pada sisi hukum memang masih berproses untuk mendampingi anaknya,” paparnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (24/1/2022).

Udayanti menguraikan nantinya DP2KBP3A Sragen juga akan berkolaborasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Pusat pelayanan terpadu itu di dalamnya ada dokter yang akan mendampingi selama anak mengandung sampai melahirkan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua