JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sawah Terlanjur Rusak, Harapan Proses Hukum 2 Bulan Lebih Menggantung. Emak-emak Korban Galian C di Sragen: Percuma Lapor Polisi!

Sunarni, pemilih lahan terdampak galian C ilegal di Gebang Masaran Sragen usai mengadu ke Sie Propam Polres Sragen, Kamis (6/1/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Desa Jirapan, Kecamatan Masaran, Sunarni (39) kembali mengeluhkan lambannya penanganan kasus penambangan galian C ilegal yang berdampak mengancam dan merusak lahan sawahnya di Gebang, Masaran.

Sejak dilaporkan ke Polres Sragen bulan Oktober 2021 lalu, hingga kini belum ada titik terang kejelasan proses kasus tersebut.

Upaya mediasi sudah gagal tercapai titik temu, sementara harapannya untuk proses hukum terhadap terlapor pengelola tambang, hingga kini seolah jalan di tempat.

Hal itu ia sampaikan saat mendatangi Sie Propam Polres Sragen Kamis (6/1/2022) untuk menanyakan perkembangan kasus Galian C yang dilaporkannya 28 Oktober 2021 silam.

Dari penjelasan 2 personel di Sie Propam, ia diminta untuk menanyakan lagi ke Satreskrim Polres yang menangani kasus itu.

Baca Juga :  Menparekraf Sandiaga Uno Targetkan Poltekpar Sragen Hasilkan 120-600 Lulusan Pertahun. Program-Programnya Disebut Lagi Booming!

Kepada wartawan, Sunarni sedikit menyayangkan lambannya proses penanganan kasus itu yang seolah dibiarkan menggantung.

Padahal tuntutannya sejak awal sudah jelas yakni jika terlapor tidak sanggup memperbaiki lahan dengan membuat talud batu kali dengan cakar ayam, agar diproses hukum.

”Saya tadi dari petugas Propam malah diminta ke Reskrim lagi untuk menanyakan perkembangannya. Saya jadi bingung, kemarin pas mediasi pengelolanya katanya nggak sanggup membuatkan talud. Saya ingin proses hukum dijalankan. Tapi dari penyidik kemarin jawabnya dikembalikan tergantung ke saya dan terlapor. Lha kalau begitu, berarti percuma lah lapor polisi kalau diserahkan ke kami lagi penyelesaiannya,” paparnya seusai mengadu ke Propam.

Baca Juga :  Hendak Menyeberang Jalan, Pasutri Kakek Nenek Kecelakaan Maut Dipenggal Pemotor Muda, Sang Istri Tewas Seketika

Dia menyampaikan awalnya komunikasi dengan pengelola berinisial A, berjalan baik. Namun saat mediasi beberapa waktu lalu, A bersikukuh tidak sanggup memperbaiki lahan dengan membuat talud dan cakar ayam seperti permintaannya.

Sejak itu, A tidak ada itikad baik lagi untuk menyelesaikan atau melakukan mediasi ulang. Sementara harapannya agar penyidik segera memproses hukum, hingga kini juga belum ada kejelasan.

Padahal akibat pengerukan membabi buta itu, lahan sawahnya yang bersebelahan dengan lokasi galian C, kini dalam kondisi membahayakan karena memunculkan tebing curam dan menyulitkan pengairan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua