JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tewaskan 22 Petani Sragen, Kapolda Jateng Tegaskan Setrum Jebakan Tikus Ilegal, Iqbal Sebut Harus Segera Diproses Hukum!

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi. Foto/Wardoyo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Polda Jateng menegaskan penggunaan setrum untuk jebakan tikus adalah ilegal alias melanggar aturan. Karenanya, apabila perangkap tikus beraliran listrik itu sampai menimbulkan korban jiwa orang lain, akan diproses hukum.

Penegasan itu disampaikan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi menyikapi rentetan kasus kematian petani akibat kesetrum jebakan tikus.

Baca Juga :  Breaking News, Wabah Penyakit PMK Masuk Sragen, 6 Ekor Dinyatakan Positif Hari Ini!

Salah satunya di Sragen yang hingga kini sudah merenggut 22 nyawa selama kurun dua tahun terakhir.

“Cara-cara membasmi tikus seperti menggunakan jebakan listrik adalah ilegal. Polda Jateng dan jajaran akan menindak tegas pemilik atau pemasang jebakan tikus yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia,” tegas Kapolda kepada wartawan melalui rilisnya Senin (10/1/2022).

Baca Juga :  Perjalanan Karier Oemarsono, dari PNS Biasa, Kabag Pemerintahan di Sragen Jadi Bupati Wonogiri hingga Gubernur di Lampung

Kapolda menyampaikan pihaknya justru mengapresiasi tinggi terhadap para petani yang membasmi tikus di persawahan melalui cara aman yaitu dengan memanfaatkan burung hantu atau serak Jawa (Tyto Alba).

Serak Jawa yang dikenal juga sebagai burung Daris merupakan salah sub spesies burung hantu yang banyak ditemui di Indonesia.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua