JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tolak Subsidi Pupuk Dicabut, Mbak Luluk Sebut Kasihan Banyak Petani Gurem. Dorong Pemerintah Naikkan HPP Gabah, Setuju?

Anggota Komisi IV DPR RI, Luluk Nur Hamidah (kanan) saat mendampingi Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Sragen di acara dengar aspirasi petani di saung Desa Bendungan, Kedawung, Sragen, Senin (10/1/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Anggota Komisi IV DPR RI, Luluk Nur Hamidah DPR RI memandang pencabutan subsidi pupuk dinilai belum tepat dilaksanakan.

Namun ia sepakat pemerintah harus menaikkan harga pokok pembelian (HPP) gabah untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Hal itu ia sampaikan ketika mendampingi kunjungan kerja Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo panen kacang di Desa Bendungan, Kedawung, Sragen, Senin (10/1/2022).

Legislator asal PKB dari Dapil Sragen, Wonogiri, Karanganyar itu tak menampik saat ini masih banyak kendala di sektor pertanian di lapangan.

Baca Juga :  Ratusan Kader PDIP Sragen Ikuti Senam Massal Sicita Pecahkan Rekor MURI. Ketua DPC Ajak Masyarakat Gelorakan Semangat Olahraga

Salah satunya terkait Pupuk bersubsidi yang kerap menuai masalah di tingkat petani. Luluk menyampaikan berdasarkan Panitia Kerja (Panja) pupuk Komisi IV DPR RI kemampuan negara untuk menyediakan pupuk subsidi membutuhkan anggaran Rp 70 triliun.

Tapi kemampuan pemerintah melalui kementerian hanya bisa Rp 30-33 triliun.

”Kemampuan hanya sekitar 30 persen saja, sisanya harus disediakan petani. Itupun di lapangan masih banyak menyisakan masalah. Seperti pupuk datang tidak tepat waktu, tebus harga lebih tinggi, barang dianggap tidak ada dan seterusnya,” bebernya.

Baca Juga :  6 Fakta Terbaru Kasus Perkosaan Massal Siswi SD di Sragen. Kapolres Ungkap 16 Saksi hingga Visum!

Lantas aturan lama, yang berhak mendapat yakni petani yang memiliki lahan dibawah 2 hektar juga perlu dikaji. Sebab faktanya saat ini banyak pemilik 2 hektar sawah adalah tergolong petani kaya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua