
BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM –- KKN UNS 40 bekerjasama dengan PMI Boyolali mengadakan kegiatan donor darah. Pelaksanaan donor darah tersebut dilaksanakan secara luring di joglo Balai Desa Dusun Blumbang pada Selasa (22/2/2022). Donor darah ini dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali sesuai jadwal yang telah disusun oleh PMI Kabupaten Boyolali. Cuaca pada hari itu juga sangat cerah membuat para calon pendonor bersemangat untuk melakukan kegiatan donor darah.
Kegiatan donor darah ini disambut baik oleh masyarakat Desa Blumbang Kabupaten Boyolali. Tidak hanya masyarakat desa Blumbang, banyak masyarakat di luar Desa Blumbang yang datang untuk mengikuti kegiatan tersebut seperti dari Simo, Karangasem, dan Glagahombo. Selain itu, terdapat juga mahasiswa KKN lain dari Kabupaten Boyolali yang ikut mendonorkan darah mereka. Acara ini disambut baik oleh masyarakat, terlihat dari antusiasnya untuk mengikuti kegiatan donor darah.
PMI Boyolali juga merasa senang dengan diadakannya kegiatan donor darah yang bekerjasama dengan KKN UNS 40. Kegiatan donor darah dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Ketika masuk, calon pendonor diwajibkan menggunakan handsanitizer dan menjaga jarak antara calon pendonor satu dengan yang lainnya. Tak lupa juga masker yang wajib digunakan ketika acara donor darah sedang berlangsung.
Acara donor darah dimulai pada pukul 09.00, namun karena antusias yang sangat besar untuk donor darah sebagian masyarakat datang sebelum pukul 09.00. Sebelum melakukan donor darah, bagi calon pendonor diwajibkan mengikuti serangkain screening hingga dinyatakan lolos untuk melakukan donor darah.
Screening tersebut meliputi sehat jasmani dan rohani, usia 17-60 tahun, memiliki tensi darah normal, wanita tidak sedang hamil dan menyusui, berat badan minimal 48 kg, tidur malam minimal enam jam, tidak minum obat apapun tiga hari menjelang donor darah, tidak memiliki sakit berat atau ringan, tidak bertato dan bertindik, vaksin booster jenis moderna setelah 7 hari, sedangkan astra 28 hari, dan setelah terkena covid dengan jarak satu bulan dan dinyatakan negatif.
Setelah dinyatakan lolos oleh screener, kemudian pendonor diambil darah oleh petugas. PMI Boyolali mengatakan bahwa saat ini kantong darah yang diambil lebih besar dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa jika pertama kali donor kantong berukuran 300 cc, namun karena yang tersedia saat itu hanya kantong 350 cc. “Iya, memang saat ini kantong darah yang diambil lebih besar sehingga efek yang dirasakan lebih terasa. Saat ini kantong darah yang diambil oleh pendonor sebanyak 350 cc”, ujar Parman.
Efek bertambahnya kantong yang diambil oleh PMI menjadikan pendonor merasakan efek samping muntah-muntah, pusing, dan pingsan. Efek samping itu juga dikarenakan sebagian pendonor baru pertama kali melakukan donor darah. “Efek yang aku rasain setelah donor darah tidak sadarkan diri, badan dingin, muntah-muntah. Tapi setelah muntah badan enakan tinggal pusing-pusingnya saja,” ujar Nilna salah satu pendonor yang berasal dari Desa Blumbang.
Total pendonor darah sebanyak 31 orang, lima diantaranya gagal dikarenakan beberapa faktor seperti kekurangan berat badan, darah rendah, dan pembuluh darah terlalu tipis. “Enggak jadi donor darah, berat badannya enggak cukup sama darah rendah,” ujar Windi salah satu mahasiswa KKN yang berasal dari Desa Sangge.
Acara donor darah berlangsung lancar tanpa kendala dan berakhir pada pukul 11.30. Lancarnya acara donor darah juga disebabkan oleh bantuan dari pihak-pihak seperti Babinsa, TNI, dan Polisi. Inasya Salma Nabila
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














