JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Heboh Beredar Video Viral Kontroversial Bupati Karanganyar. Ajak Warga Anggap Covid-19 dan Omicron Tak Pernah Ada, Pakai Masker Hanya Untuk Patut-patut Saja!

Tangkapan layar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberi sambutan di hajatan warga yang mengajak agar tidak perlu takut dan menganggap Covid-19 dan Omicron tak pernah ada. Foto/Wardoyo
   

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Karanganyar, Juliyatmono kembali bikin heboh. Di tengah lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga saat ini, orang nomor satu di jajaran Pemkab Bumi Intanpari itu melontarkan statemen mengejutkan terkait virus Covid-19 dan varian Omicron.

Ya, bupati yang akrab disapa Yuli itu menyebut bahwa virus Covid-19 anggap saja sudah tidak ada. Ia meminta warga bahkan menganggap Corona atau Covid-19 sudah tidak ada.

Pernyataan itu mencuat dari video sambutan yang disampaikan Bupati saat hadir di acara hajatan warga di Waru, Kebakkramat belum lama ini.

Dalam video itu, Bupati meminta warga menganggap virus corona tidak ada. Sontak video itu langsung viral di media sosial (medsos).

Saat dikonfirmasi awak media, Bupati Juliyatmono tak menampik apa yang ia lontarkan perihal warga agar tak lagi takut dengan Covid-19 dan menganggap Covid-19 sudah tidak ada.

Baca Juga :  Kelompok Riset IPA FKIP UNS Selenggarakan In House Training Guru Karanganyar

Ia berdalih pernyataan tersebut sengaja disampaikan hanya untuk memberi motivasi kepada masyarakat agar tidak panik terhadap gelombang Covid-19.

Dalam video berdurasi 29 detik itu, Yuli menyampaikan pesan warga agar menjaga diri dan tak perlu sibuk memikirkan Omicron.

Kemudian warga diminta menganggap Covid-19 sudah tidak ada dan tak perlu memikirkan Omicron. Bupati menyebut memakai masker hanya untuk patut-patut saja.

Berikut cuplikan sambutannya:

Yang penting dijaga awakke dewe-dewe ngono wae ya. Rasah gagas Omicron, opo gagas Covid. Anggapen wes ora enek ya. Mung nganggo patut-patut ya nganggo masker, ngono wae ya. Insya Allah karena Omicron mung koyo pilek-pilek biasa. Ora sah wedi-wedi. Wes ora sah ngopo-ngopo. Mengko nek ono sing pilek, neng ngomah. Neng ngomah rasah diprikso sek. Rasah prikso nangdi-nangdi sek ya. Neng ngomah ngono wae. Mengko telung dino madhang, wareg, duwe duit, sehat”.

Sontak, video berisi sambutan kontroversial itu langsung menuai reaksi pro kontra di kalangan warga net.

Baca Juga :  Sukses Tahun Sebelumnya, UMKM Ngringo Expo#2 Tahun 2024 Targetkan 5.000 Pengunjung

Ada yang mendukung bahasa bupati sehingga warga tak panik, namun tak sedikit yang menyayangkan karena dinilai bisa memicu keabaian warga dan memicu kenaikan kasus Covid-19.

Bupati menyampaikan video tersebut memang video dirinya saat menyampaikan pesan ketika menghadiri hajatan di Desa Waru, Kecamatan Kebakramat, Minggu kemarin.

Yuli mengaku bahwa hal tersebut adalah metode bahasa atau komunikasi yang dilakukannya agar masyarakat tidak panik menghadapi covid 19 atau Omicron. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com