JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Longsor di Bantaran Kedungupit Sragen Kian Membahayakan. Banyak Kuburan Hilang, 6 Rumah dan Madrasah Terancam Hanyut, Warga Sampai Ngungsi Ketakutan

Penampakan Jembatan Sapen yang menjadi lokasi bunuh diri penjual pentol goreng asal Tangen, Sragen dan jenazahnya ditemukan tadi pagi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga di bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Dukuh Prayunan, Desa Kedungupit, Sragen, mengaku was-was dengan kondisi longsor yang terus melanda areal bantaran sungai.

Dampak longsor yang terus menggerus bantaran membuat sejumlah rumah, madrasah hingga musala di tepi bantaran, kini terancam hanyut.

Tidak hanya itu, bahkan sejumlah makam yang ada di wilayah setempat sebagian sudah hilang hanyut tergerus longsor.

Fakta itu diungkapkan Subeno (46) salah satu tokoh masyarakat Dukuh Prayunan, Kedungupit, Sragen.

Baca Juga :  Tanggapi Hasan Nasbi, Pengusaha Beras Nasional Asal Sragen Berani Taruhan Range Rover untuk Anies. "Tanggung Kalau Hanya Alphard!"

Saat menyampaikan aspirasi dalam kegiatan reses anggota DPRD Heru Waluyo, ia mengatakan saat ini kondisi bantaran di wilayah Prayunan makin membahayakan.

Lokasi terparah ada di RT 30, Dukuh Prayunan di mana jarak antara sejumlah bangunan rumah dan fasilitas publik hanya tinggal beberapa meter dari bibir sungai.

“Longsornya sudah sejak tahun 2016. Hampir tiap hujan deras dan sungai besar, areal bantaran selalu terkikis dan makin membahayakan,” paparnya.

Subeno mengisahkan kondisi gerusan itu melanda wilayah Prayunan sepanjang hampir 2 kilometer dari jembatan Sapen ke atas.

Baca Juga :  Ramai Wacana Penghapusan Honorer, Pemkab Sragen Ambil Sikap Begini. Sekda: SE Menpan Belum Jelas, Kasihan Honorer!

Dampak longsor yang terus terjadi membuat enam rumah warga di RT 30, kini hanya berjarak 1 meter dari bibir sungai.

Kemudian ada satu Musala, satu madrasah yang juga sudah berhadapan dengan bibir sungai.

Bahkan di areal makam di dukuh setempat, sudah banyak yang hilang hanyut tergerus air sungai acapkali hujan deras dan elevasi tinggi.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua