JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Komitmen Pemerintah Indonesia dalam melanjutkan Program Kartu Prakerja, mendapatkan apresiasi dari Tim peneliti independen Presisi Indonesia.
Pasalnya, melalui penelitian tersebut, diketahui bahwa program Kartu Prakerja memiliki dampak positif secara masif bagi angkatan kerja di Indonesia.
Untuk diketahui, tim peneliti tersebut mendapatkan dukungan dari Duta Besar Jepang untuk Indonesia dan perwakilan United Nations Development Programme (UNDP).
Di samping itu, diketahui bahwa program Kartu Prakerja juga telah mendorong ekosistem kemitraan secara digital yang bersifat terbuka.
Saat ini saja, dalam Ekosistem Kartu Prakerja terdapat 180 lembaga pelatihan yang telah dinikmati oleh 11,4 juta penerima, termasuk purna pekerja migran.
Oleh keberhasilan tersebut, menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, program tersebut juga mendapatkan apresiasi dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
“Ini karena untuk pertama kalinya para purna pekerja migran disentuh dengan program pelatihan dan semi bansos sehingga mereka dapat kembali masuk ke dalam job market. Hal ini merupakan sebuah terobosan,” kata Menko Airlangga seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.
Menko Airlangga juga menuturkan bahwa terdapat lesson-learned yang bisa dijadikan pelajaran bagi Indonesia untuk terus bertumbuh ke depannya.
Pertama, adanya Program Kartu Prakerja ini menjadi langkah nyata Pemerintah bertransformasi dalam melayani publik dengan memanfaatkan teknologi digital.
“Pemerintah memberikan layanan publik Kartu Prakerja kepada masyarakat melalui genggaman tangan, sehingga masyarakat tidak perlu secara fisik datang untuk mendapatkan pelayanan,” ungkap Menko Airlangga.
Kedua, Program Kartu Prakerja menjadi wujud kemitraan antara Pemerintah dan Swasta atau Public-Private Partnership untuk mendukung pengembangan program Pemerintah, sehingga menimbulkan dampak positif yang lebih masif.
“Kartu Prakerja ini termasuk Top Ten googling di indonesia sehingga ini awareness-nya menjadi sangat tinggi. Kita bisa memilah dan memilih jenis pelatihan secara mudah, dan ini untuk pertama kali masyarakat mendapatkan pelatihan semudah membeli barang di e-marketplace,” ujar Menko Airlangga.
Ketiga, Pemerintah menyadari bahwa inovasi membutuhkan ruang, kesempatan, dan regulasi yang terus mendukung perkembangannya.
Program Kartu Prakerja mendorong sektor education technology dan learning management system yang memunculkan berbagai inovasi.
Dijelaskan, dalam Presidensi G20 Indonesia tahun ini, Program Kartu Prakerja diharapkan dapat menjadi modelling di negara-negara berkembang lainnya.
“Semua ini terjadi dalam kurun waktu kurang dari dua tahun dan tentu ekosistem ini akan terus terus berkembang serta memberikan nilai dan manfaat yang lebih besar bagi angkatan kerja di Indonesia,” pungkas Menko Airlangga.
Menko Airlangga menandaskan, Program Kartu Prakerja menjadi cerita sukses Indonesia dalam berinovasi dan bertransformasi digital dan saat ini terbukti mampu menjadi salah satu penyokong masyarakat di masa pandemi.
Seluruh penerima kartu prakerja mendapatkan pelatihan dan insentif yang merupakan bagian dari perlindungan sosial.
Program itu juga telah mendapat apresiasi dari berbagai pihak dan dampak positifnya terbukti secara ilmiah.
Ia menjelaskan, program Kartu Prakerja adalah bentuk inovasi dalam pelayanan publik untuk menyalurkan bantuan program secara masif kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Itu semua, menurut Airlangga, dapat dilakukan dengan inovasi Pemerintah dalam menerapkan sistem end to end digital dan menggunakan teknologi berbasis cloud. Suhamdani
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.












