JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ganjar Pranowo Akui Jateng Provinsi yang Tidak Hebat-Hebat Amat dan Masih Tertinggal

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Foto/Wardoyo
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengakui Jawa Tengah sebenarnya provinsi yang tidak hebat amat.

Hal itu diungkapkan saat hadir di Sragen untuk meresmikan pabrik bata ringan Blesscon plant 3 di Sambungmacan, Sragen, Rabu (30/3/2022).

“Jawa Tengah ini provinsi yang tidak hebat- hebat amat. Provinsi yang pada saat itu ketertinggalan dan sampai saat ini masih,” paparnya saat memberi sambutan.

Namun kondisi itu kemudian membuat Pemprov Jateng tak menyerah untuk bergerak melakukan perubahan.

Yakni dengan belajar ke sejumlah negara maju hingga kemudian beberapa di antaranya menjalin kerjasama.

“Jepang pada saat itu datang, Tiongkok datang, menghibah besar. Menarik jepang sudah maju, enak mau apa enteng gitu. Kalau begini, begini nah itu gampang lho,” ujarnya.

Ia menggambarkan di Tiongkok, salah satu kemajuan terlihat di kota Shenzhen. Saat berkunjung ke kota itu, ia mengaku kagum dengan kemajuan dan kecepatan pembangunan di Shenzhen.

Baca Juga :  Karang Taruna Prima Sejati Dukuh Driyan, Masaran Gelar Sosialisasi Pencegahan Narkoba di Kalangan Anak Muda

Menurutnya ada tiga hal yang menjadi faktor cepatnya pembangunan di Shenzhen.

“Pertama sediakan lahan, kedua sediakan energi dan ketiga sediakan airnya. Sesederhana itu,” katanya.

Ganjar menyebut itu lah pelajaran yang bisa diambil. Menurutnya tiga kunci kemajuan itu sempat ia bicarakan dengan Presiden pada kementerian.

“Kendal kita bangun kawasan industri, Cilacap kenapa harus kita buat karena inilah yang jadi pengungkit ekonomi.
Lalu saya cari pengungkit ke Brebes, yang penduduknya besar areal luas, miskin,” katanya.

Lantas muncul kawasan industri di Batang yang justru dibangun di atas lahan pemerintah. Menurutnya dengan lahan itu, akhirnya bisa terinspirasi dari Vietnam yang bisa maju karena harga tanahnya nol.

“Kita terinspirasi dari Vietnam. Vietnam itu harga tanahnya nol. Vietnam yang dulu seperti itu, sekarang luar biasa. Saya berkunjung ke sana, di sana luar biasa. Kendali pemerintahan luar biasa, kuat sekali, suka tidak suka, mau tidak mau ini adalah lompatan yang tinggi sekali,” tandasnya

Baca Juga :  D’Angkringan,  Kuliner Estetik dengan Pemandangan Sawah di Masaran Sragen  

Ganjar juga sempat pamer saat berkunjung ke Jerman. Ia mengagumi sistem pendidikan di Jerman yang menyesuaikan kurikulum dan kebutuhan pangsa pasar.

Ia menyebut di Jerman bukan lulusan yang melamar kerja, tetapi perusahan yang akan mencari yang mau bekerja sama dengan sekolah itu .

“Sekolah di situ, ketika mereka lulus otomatis langsung dicari perusahaan. Semasa on the job training selama 3 tahun,” tandasnya.

Karenanya ia berharap Blesscon bisa menjadi ni teaching industry bagi siswa atau mahasiswa. Sehingga para lulusan nanti akan memiliki keahlian sesuai kebutuhan perusahaan.

“Saya pingin kurikulum di SMK itu disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan,” kata dia. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com