JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kesetrum Jebakan Tikus, Satu Petani di Tangkil Sragen Tewas, Satunya Dapat Mukjizat

Kades Tangkil, Suyono di sela memimpin gropyokan tikus. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perangkap setrum jebakan tikus benar-benar menjadi momok berbahaya bagi tikus dan petani di Sragen.

Meski efektif menekan populasi dan mematikan tikus, perangkat kawat yang dipasang mengeliling sawah dengan dialiri listrik itu juga sudah banyak merenggut korban nyawa petani.

Di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen misalnya. Sudah dua kejadian petani kesetrum jebakan tikus dalam setahun terakhir.

Kades Tangkil, Suyono mengungkapkan berdasarkan catatan di Pemdes, ada dua kejadian kesetrum jebakan tikus di wilayahnya setahun terakhir. Dari dua kejadian itu, satu petani meninggal dan satunya berhasil selamat.

Baca Juga :  Viral Levi Penyanyi Campursari di Sragen Dilecehkan Pria Mabuk, Korban Sempat Dipegang Bagian ini..

Korban meninggal adalah Sukimin (58) petani asal Dukuh Cumpleng, yang meninggal kesetrum tikus di sawahnya pada 29 Juli 2021 lalu.

“Sejauh ini sudah ada dua kejadian kesetrum jebakan tikus di desa kami. Yang satu meninggal asal Cumpleng itu, yang satunya berhasil selamat,” paparnya ditemui di sela memimpin gropyokan tikus bersama Gapoktan dan aparat, Selasa (15/3/2022).

Kondisi almarhum petani di Tangkil Sragen yang tewas kesetrum jebakan tikus di sawahnya, Kamis (29/7/2021) petang. Foto/Istimewa

Satu petani yang selamat dari setrum itu bernama Rudianto (45). Meski sempat terpental dan pingsan di sawahnya yang dialiri setrum jebakan tikus, ia masih mendapat mukjizat dan berhasil selamat.

Baca Juga :  31 Tahanan Polres Sragen Terima Tauziah untuk Motivasi dan Perkuat Keamanan Tahanan

“Awalnya saya nggak sadar, nggak tahu kalau di sawah dipasangi setrum jebakan tikus. Waktu itu saya mau tanam padi, saya ndaut (ambil bibit di persemaian). Saat itu ada pematang kecil, saya mau airi nggak tahunya ada kawat beraliran listrik. Tangan saya kebetulan basah, langsung saya mental dan pingsan sekitar satu menitan. Saya langsung teriak-teriak kemudian didengar tetangga sebelah sawah. Alhamdulillah saya bisa ditolong setelah alirannya dimatikan. Sampai sekarang saya masih trauma Mas,” ujarnya ditemui di sela ikut gropyokan, Selasa (15/3/2022). Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com