SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ratusan armada angkutan kota (angkot) dan angkutan pedesaan (angkudes) di Sragen dilaporkan “menghilang” sejak beberapa tahun terakhir.
Hingga kini keberadaan ratusan angkot dan angkudes itu juga masih misteri. Dinas kesulitan untuk mendeteksi lantaran sebagian pemiliknya tidak melaporkan dan tidak mengujikan armadanya.
Fakta itu diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Sragen, Junaedhi, Sabtu (23/4/2022).
“Realita di lapangan memang demikian. Sekarang jumlah angkot dan angkudes sudah makin sedikit. Bahkan di jalan-jalan sudah banyak yang nggak kelihatan. Kalau seratusan lebih yang sudah nggak kelihatan,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .
Ia mengatakan ada beberapa kemungkinan menghilangnya armada angkot dan angkudes.
Bisa jadi armadanya rusak atau kecelakaan sehingga sudah tidak bisa dioperasikan lagi.
Kemungkinan lain sudah dimutasikan ke daerah lain tanpa dilaporkan. Atau sudah berubah peruntukkannya menjadi kendaraan pribadi.
“Ada yang mungkin sudah berubah jadi kendaraan pribadi tapi tidak lapor. Kemungkinan juga sudah berubah peruntukkannya,” jelasnya.
Pihaknya menyebut perubahan peruntukkan dimungkinkan secara ekonomis memang tidak menguntungkan.
Sehingga pemilik memilih untuk tidak mengoperasikan kendaraan menjadi angkutan umum lagi.
“Karena secara ekonomis tidak menguntungkan, mending dioprokne,” urainya.
Meski tidak dioperasikan, angkot dan angkutan tetap masih masuk wajib uji dan harus diujikan setiap tahun.
Sebab jika tidak diujikan, nantinya jika dioperasikan dan terkena pemeriksaan, maka bisa terkena tilang.
“Meski nggak dipakai, tetap harus diujikan. Daripada nanti kalau dipakai terus ada pemeriksaan bisa ditilang karena tidak uji,” jelasnya. Wardoyo
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















