JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sebelum Tewas Kesetrum Jebakan Tikus, Mbah Seman Sudah Sempat Diingatkan Pak Bayan

Lokasi areal sawah di Jatitengah, Sukodono, Sragen tempat petani Mbah Seman tewas kesetrum jebakan tikus. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus tewasnya Mbah Seman (50) petani asal Desa Jatitengah, Sukodono, Sragen yang tewas kesetrum jebakan tikus, Rabu (13/4/2022) pagi menguak fakta lain.

Ternyata, sebelum insiden terjadi, tiga hari lalu korban sudah sempat diingatkan oleh perangkat desa setempat agar menghentikan pemasangan setrum jebakan tikus.

Namun, apa lacur peringatan itu tidak digubris oleh yang bersangkutan. Hingga akhirnya tragedi setrum jebakan tikus itu pun merenggut nyawa Mbah Seman.

Baca Juga :  754 Sapi di Sragen Terserang Penyakit Mulut dan Kuku, 300 Sembuh dan 40 Ekor Mati

“Sebenarnya sudah diingatkan Pak Bayan (Kadus) tiga hari lalu. Sudah diberitahu bahayanya dan diminta menghentikan. Tapi nggak nggugu (diindahkan),” papar Kades Jatitengah, Sagi kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (13/4/2022).

Sagi menguraikan dari pantauan di lapangan, sebenarnya sudah tidak ada petani di lingkungan sekitar sawah korban yang memasang perangkat jebakan tikus beraliran listrik.

Hanya korban sendiri yang masih nekat memasang. Diduga hal itu karena kondisi hama tikus di sawah korban yang dirasa sudah tidak mempan diberantas pakai upaya kain.

Baca Juga :  Keluarga dan Korban Masih Bungkam, Polres Sragen Tes DNA Orang-Orang yang Dicurigai Hamili Siswi SMP di Jenar. Siap-Siap Saja!

“Kami juga sudah nggak kurang-kurang ngasih imbauan, peringatan dan larangan. Bahwa ada konsekuensi pidana bagi pemasang setrum jebakan tikus. Sebenarnya petani lain sudah nggak masang, di areal situ ya cuma korban sendiri yang masih masang,” ungkapnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua