JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ramai-Ramai Tutup Pasar Hewan, Disnakkan Sragen Nyatakan Belum Perlu. Ini Alasannya!

Ilustrasi petugas kesehatan hewan dan polisi saat mengecek kondisi hewan ternak mengantisipasi penyakit mulut dan kuku (PMK). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Sragen memastikan sejauh ini belum melakukan penutupan pasar ternak atau pasar hewan di wilayah Sragen.

Kebijakan itu dilakukan lantaran sejauh ini Sragen masih steril dari kasus penyakit mulut dan kuku (PMK).

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Kabupaten Sragen, Toto Sukarno.

Mewakili Kadisnakkan, Rina Wijaya, Toto mengatakan sampai saat ini belum ada temuan kasus PMK pada hewan ternak di wilayah Sragen. Sehingga dirasa belum perlu menutup lalu lintas ternak di pasar hewan atau pasar ternak.

Baca Juga :  Geger Penemuan Mayat Membusuk di Mondokan Sragen. Diperkirakan Sudah Meninggal 3 Sampai 4 Hari

“Sragen tidak menutup pasar hewan. Karena tidak ada kasus PMK. Daerah-daerah yang menutup pasar hewannya itu karena sudah ada kasus jadi harus ditutup,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (16/5/2022).

Meski belum ada temuan kasus, kewaspadaan dan antisipasi terus dilakukan. Salah satunya dengan menggencarkan inspeksi ke lapangan setiap ada laporan mengarah gejala demam pada ternak.

Baca Juga :  Hilang Misterius, Nenek 95 Tahun di Sragen Diduga Hanyut ke Sungai. Warga Satu Kampung Bingung Mencari

Lantas sosialisasi ke pasar hewan dan para pedagang atau pemilik ternak juga digencarkan untuk memberi pemahaman kepada peternak dan masyarakat.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua