JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Curhat Terbaru Bu Guru Suwarti yang Diminta Kembalikan Gaji 2 Tahun: Saya Belum Punya Uang Pak!

Suwarti, pensiunan guru agama SD di Sambirejo Sragen saat menunjukkan ijazah sarjana dan sertifikasi pendidik yang ia miliki. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suwarti (60) PNS guru agama SDN Jetis 2 Sambirejo, Sragen yang diminta mengembalikan 2 tahun gaji karena dianggap tidak masuk kategori guru, mengaku belum punya uang.

Ia juga menyebut saat ini, suaminya juga sudah pensiun sehingga praktis tidak mampu untuk mengembalikan gaji 2 tahun yang diminta oleh Pemkab melalui BKPSDM.

“Belum saya bayar, lha belum punya uang itu Pak. Yang mau buat mengembalikan apa pak. Suami saya sudah pensiun juga,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (7/6/2022).

Suwarti memang ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Meski 35 tahun mengajar dan diangkat PNS sebagai guru, dirinya juga terancam tidak dapat tunjangan pensiun.

Sebab ia baru diangkat CPNS tahun 2014 sehingga jika dianggap masuk tenaga pelaksana pendidik yang pensiun usia 58 tahun, masa kerjanya sebagai PNS hanya 5 tahun kurang 3 bulan.

Baca Juga :  Panglima TNI Mutasi Besar-Besaran 223 Perwira Tinggi, Puluhan Komandan Diganti, Berikut Daftar Lengkapnya!

Padahal untuk mendapat pensiunan, seorang PNS minimal harus memiliki masa kerja 5 tahun. Celakanya ia juga diminta harus mengembalikan gaji 2 tahun terakhir tahun yang dianggap kelebihan bayar.

“Kemarin lusa saya ditelepon dari BKD, kalau saya pensiun 58 tahun, suruh mengembalikan gaji 2 tahun. Tapi saya juga didoakan semoga pensiun saya di usia 60 tahun sehingga tidak mengembalikan gaji. Ya saya nunggu bagaimana hasilnya,” ujarnya.

Sejak beritanya viral dan menjadi sorotan nasional, Suwarti mengaku belum lagi dikontak oleh BKPSDM. Sejak purna tugas mengajar beberapa waktu lalu, dirinya saat ini lebih banyak beraktivitas di rumah.

Baca Juga :  Lantik 20 Ketua Ranting PSHT Sragen, Ketua Jateng-DIY Pesan: Jaga Jari-Jari Kalian dari Upaya Provokasi Lewat HP!

Sejauh ini, suaminya belum tahu soal dirinya diminta mengembalikan gaji 2 tahun itu.

Saat ditanya apakah ada pendampingan dari sekolahnya atau kepala sekolah, Suwarti mengaku tidak ada. Sepengetahuannya saat administrasinya dianggap bermasalah, tim BKD sempat datang ke sekolahnya meminta dapodiknya.

“Saya masuk dapodik juga pakai ijazah S1. Ijazah sarjana saya SPDI (Sarjana Pendidikan Agama Islam). Jadi linier dengan tugas saya mengajar agama Islam. Karena saya tidak dari SMA tapi PGAA,” jelasnya.

Ia berharap kasusnya bisa segera mendapatkan solusi yang berpihak kepadanya. Sebab dirinya memang sudah mengajar hampir 35 tahun sebagai guru, bukan pelaksana pendidik.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com