JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Demi Nguri-Uri Budaya Jawa, PNS Berdarah Sragen Ini Rela Cari Utangan Beli Gamelan untuk Masyarakat

Suprapta dan sang istri, Endah Margia Suksmawati saat menyumbangkan suara di acara hajatan warga. Foto/Wardoyo
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bagi PNS di Pemprov Jateng, nama Suprapta barangkali tak asing terdengar.

PNS asli kelahiran Karangmalang, Sragen yang bertugas di Dinas Perkim Pemprov Jateng itu ternyata punya hobi unik.

Di tengah derasnya modernisasi, ia justru punya klangenan tak lazim untuk kelas pejabat. Yakni senang dengan budaya Jawa utamanya seni karawitan.

Menariknya, kecintaan seni yang mendarah daging, bahkan membuat PNS kelahiran Kedungwaduk, Karangmalang yang kini berdomisili di Gembong, Saradan, itu sampai tergerak merintis sebuah paguyuban seni karawitan bernama Endah Laras.

Namun berbeda dari grup karawitan pada umumnya, karawitan itu ternyata dirintis dengan motivasi yang lain. Bahkan sebagai penegas misi sosialnya, karawitannya selalu dipasangi label “Gonge Warga Masyarakat”.

Para seniwati Endah Laras Karawitan Sragen saat tampil menghibur di salah satu hajatan warga. Foto/Wardoyo

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Suprapta mengaku awalnya memang tak terbersit untuk memiliki grup karawitan.

Namun jiwa seninya mulai muncul ketika sering menghadiri undangan hajatan warga di sekitar tempat tinggalnya.

Tingginya animo warga terhadap seni budaya Jawa utamanya Karawitan akhirnya menggerakkannya untuk merintis grup karawitan pada 2019 lalu.

Suprapto mengisahkan meski puluhan tahun bertugas di Pemprov Jateng dan sudah punya rumah di Semarang, akhirnya ia memutuskan untuk pulang kampung ke Sragen dan membangun rumah di Gembong, Saradan, Karangmalang.

Semua itu ternyata berasal dari pesan almarhum sang ibu yang menghendaki dirinya menghabiskan waktu pensiunnya untuk kembali ke kampung halaman di Sragen.

Demi mewujudkan pesan itu, tahun 2015, Suprapta memulai membangun fondasi rumah di atas tanah di Gembong, Saradan yang ia beli dari tabungannya.

Baca Juga :  LDII Sragen Bersama Basnaz Menggelar Khitan Masal di Momen Libur Panjang Sekolah 2024
Tamu undangan antusias menyumbang suara diiringi karawitan Endah Laras yang dirintis pejabat Pemprov Jateng asal Gembong, Saradan, Karangmalang, Sragen, Suprapta. Foto/Wardoyo

Namun, belum sampai rumah dibangun, sang ibu dipanggil sang Kuasa pada 2015 beberapa hari setelah merestui fondasi rumahnya.

Setelah rumahnya selesai dibangun, ia pun mulai sering pulang ke Sragen tiap akhir pekan.

Dari situlah kecintaan terhadap seni pun muncul lantaran sering menghadiri undangan hajatan warga.

“Saya kadang menangis kalau teringat pesan dan doa almarhum ibu. Ternyata setelah saya rasakan, pesan beliau ingin saya pulang dan buat rumah di Sragen untuk ngumpulke balung pisah. Karena saudara saya banyak di sini. Akhirnya karena sering pulang, saya sering diundang hadir di hajatan dan tanggapannya karawitan, saya mulai tertarik dan senang karawitan. Kemudian 2019 saya beli gamelan dari hasil nyari pinjaman dan membentuk grup karawitan,” urainya.

PNS yang akan purna tugas tahun depan itu menuturkan dari seperangkat gamelan milik maestro seni asal Sukoharjo, ia akhirnya mewujudkan mimpi merintis grup karawitan yang dinamai Endah Laras.

Nama itu terinspirasi dari nama sang istri, Endah Margia Suksmawati yang mendampinginya selama puluhan tahun bertugas. Grup karawitan itu sendiri dilaunching 23 Juni 2019 silam.

Digratiskan untuk Masyarakat

Meski dibeli hampir ratusan juta, Suprapta mengaku grup karawitan itu didirikan bukan semata-mata untuk mencari keuntungan. Akan tetapi ada motivasi sosial yang ingin ia wujudkan.

Baca Juga :  Diakhir Masa Jabatan Bupati Yuni Beri Hadiah Warga Sragen Dengan Kantor Pemda Terpadu Lokasi Lebih Nyaman dan Strategis Pelayanan Pada Masyarakat Lebih Mudah
Suprapta dan sang istri, Endah Margia Suksmawati saat menyumbangkan suara di acara hajatan warga. Foto/Wardoyo

Karenanya, ia pun tak jarang menggratiskan biaya sewa karawitannya untuk masyarakat Karangmalang dan sekitarnya.

Terutama di wilayah Karangmalang, Kedawung dan Ngrampal, warga yang punya hajatan dan ingin menyewa karawitan Endah Laras, hanya membayar sinden, MC dan niyaga saja.

“Karena sejak awal motivasi saya punya karawitan ini hanya untuk nambah sedulur dan sosial. Jadi untuk tanggapan di 3 kecamatan sekitar sini, saya gratiskan karawitannya. Baik yang mampu atau tidak, nggak saya tarik biaya karawitan. Tapi kalau sinden, MC dan niyaga kan mereka di luar otoritas kami jadi yang nanggap tinggal bayar mereka saja,” urainya.

Suprapta dan sang istri. Foto/Wardoyo

Suprapta juga menuturkan meski kerap digratiskan, grup karawitannya tetap mengedepankan kualitas. Baik dari kemampuan para seniman dan seniwati, penampilan di atas panggung pun juga selalu diperhatikan.

Seperti sinden yang tampil, selalu berpakaian kebaya dan selempang khas Endah Laras. Lantas ciri khas lain dari karawitannya adalah menampilkan Gending Sragen Asri sebagai lagu wajib di setiap mengawali pentas.

Suprapta dan sang istri saat hadir di hajatan dengan iringan seni karawitan Endah Laras yang dirintisnya. Foto/Wardoyo

Karena Gending itulah, grup karawitan Endah Laras yang dipimpinnya selama ini memang identik dengan ikon karawitan khas Sragen.

“Karena Gending Sragen Asri itu maknanya mendalam dan bisa menggugah rasa kecintaan akan seni budaya Jawa khas Sragen. Makanya itu wajib dinyanyikan di awal pentas. Ini juga selaras dengan tujuan kami merintis karawitan salah satunya untuk nguri-uri dan melestarikan budaya Jawa khas Sragen,” tandasnya. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com