Beranda Daerah Boyolali Menengok Keberagaman Desa Urut Sewu, Ampel, Boyolali sebagai Desa Pancasila. Beda Agama,...

Menengok Keberagaman Desa Urut Sewu, Ampel, Boyolali sebagai Desa Pancasila. Beda Agama, Tetapi Tetap Rukun

Warga tengah melintas di jalan desa yang dihiasi mural tentang keberagaman masyarakat / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Perbedaan agama dan keyakinan tak membuat masyarakat terpecah. Mereka tetap hidup berdampingan secara rukun.

Inilah potret Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel yang beberapa waktu lalu dikukuhkan sebagai Desa Pancasila.

Ya, di desa tersebut ada beragam agama dan kepercayaan dipeluk warganya. Ada penganut Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan aliran kepercayaan. Di desa tersebut juga berdiri sejumlah tempat ibadah sesuai agama masing-masing.

Seperti terlihat di Dukuh Kalidadap, Desa Urutsewu. Di sana ada mushala dan vihara yang letaknya berdekatan. Dari 50 KK yang ada, 20 diantaranya menganut Islam, 25 KK menganut Budha dan 5 KK Kristen.

“Namun, semua bisa hidup rukun berdampingan,” ujar Ketua RT 01 Rw 02, Dukuh Kalidadap, Sumarno.

Dicontohkan, jika ada warga penganut Islam yang menggelar kenduri. Maka tetangga yang berlainan agama pun tetap datang menhadiri kenduri tersebut.

Demikian pula sebaliknya, jika warga penganut Budha kenduri, maka warga lain pun tetap datang meski berbeda keyakinan.

Baca Juga :  Boyolali Perkuat Benteng Moderasi Beragama Lewat Edukasi di Sekolah

“Kehidupan masyarakat aman, kerukunan dan toleransinya baik. Dalam kegiatan selalu mendukung, kalau ada salah satu kegiatan, maka warga yang lain ikut hadir,” katanya, Rabu (1/6/2022).

Demikian pula jika ada acara keagamaan, maka warga yang berbeda agama pun pasti ikut menghadiri undangan. Bahkan, saat Hari Raya Idul Fitri, masyarakat saling mengundang dan saling silaturahmi dari rumah ke rumah.

Kerukunan masyarakat juga diakui Yatini, pemeluk agama Budha. Diungkapkan, toleransi masyarakat sangat tinggi. Semua warga bisa menyatu, saling kerjasama. Jika ada kegiatan masyarakat, maka warga pun gotong royong bersama.

“Saat Idul Fitri, kami yang beda agama ikut merayakan, ikut datang ke rumah mengucapkan selamat. Sebaliknya, saat Waisak maka warga kita dan juga ikut hadir. Tak masalah.”

Kadus 1 Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel, Parmin mengakui warganya sangat rukun dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan agama dan keyakinan tak menjadi masalah dalam hidup bermasyarakat.

“Penduduk Desa Urutsewu sebanyak 6.857 orang. Ya, semua bisa hidup rukun berdampingan.”

Baca Juga :  Boyolali Perkuat Benteng Moderasi Beragama Lewat Edukasi di Sekolah

Jika ada satu umat punya hajat, maka yang lain ikut mendukung.

“Di sini ada Islam, Budha, Hindu, Kristen, Katholik dan aliran kepercayaan. Mereka semua hidup rukun tidak ada masalah. Jika ada kerepotan, amak saling membantu meringankan beban yang ada.” Waskita

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.