JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Puluhan Pejabat di Sragen hingga Petinggi TNI/Polri Jadi Korban Investasi Miliaran, Kombes Iqbal Imbau Hati-Hati. Ungkap Total Kerugian Investasi Bodong Sudah Rp 117,5 Triliun!

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iqbal Alqudussy. Foto/Wardoyo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyerukan imbauan masyarakat untuk mewaspadai modus-modus penipuan berkedok investasi.

Imbauan itu dilontarkan menyusul banyaknya warga masyarakat yang menjadi korban investasi bodong. Terbaru, kasus dugaan penipuan investasi berkedok kerjasama spare part mesin industri di Sragen meledak baru-baru ini.

Kasus itu memakan korban puluhan kalangan papan atas mulai dari pejabat hingga petinggi TNI/Polri di Sragen dan Soloraya dengan kerugian total mencapai puluhan miliar.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan masyarakat harus cerdas dan kritis terhadap setiap penawaran investasi.

Baca Juga :  Operasi Sikat Jaran Candi, 11 Bandit Alap-Alap Motor dan Mobil Diringkus di Banjarnegara. Ini Daftar Identitasnya!

Pasalnya, saat ini jumlah korban investasi bodong sangat banyak. Bila dikalkulasikan, jumlah korban dapat mencapai ribuan orang dengan kerugian ratusan triliun rupiah.

“Data Satuan Tugas Waspada Investasi (SWI) mencatat kerugian akibat investasi bodong mencapai Rp 117,5 triliun dalam 10 tahun terakhir,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (15/7/2022).

Menurutnya data itu didasarkan data laporan dari tahun 2011 hingga akhir tahun 2021. Adapun modus investasi bodong atau ilegal yang selama ini meresahkan masyarakat, bermodus penipuan.

Mulai dari pinjaman daring ilegal, penipuan jual beli aset kripto ilegal, perdagangan mata uang asing bodong, multilevel marketing ilegal, sampai dengan gadai ilegal.

Baca Juga :  Pensiun dari Pejabat, Giyadi Langsung Siap Jadi Jurkam Pilkada Sragen. Ini Calon yang Bakal Didukung!

Karenanya, ia meminta masyarakat memahami uang yang akan diinvestasikan merupakan hasil jerih payah yang perlu dikelola secara hati-hati.

“Oleh karena itu, jangan mudah termakan bujuk rayu penawaran investasi. Apalagi calon investor tidak memahami betul bidang yang akan dijadikan lahan investasi. Bila sekadar tertarik pada keuntungan besar atau cara presentasi yang meyakinkan, maka itu bisa jadi pintu menuju bahaya,” jelasnya.

Kombes Iqbal menguraikan imbauan terkait investasi bodong sebenarnya sudah banyak disampaikan oleh pemerintah maupun para pakar investasi.

Namun, sejauh ini masih banyak masyarakat yang menjadi korban investasi bodong.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com