JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Merah Putih Gagal Berkibar di Stadion Sriwedari Solo, Upacara Penurunan Bendera Tetap Digelar. Inilah Penyebab Kerusakannya

Perbaikan tiang bendera di Stadion Sriwedari Solo. Foto: JS Ando
   

 

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Upacara penurunan bendera merah putih di Stadion Sriwedari Solo yang dijadwalkan pukul 16.00 akan tetap dilanjutkan. Meskipun sebelumnya bendera merah putih gagal dikerek ke atas tiang bendera, Rabu (17/8/2022) pagi.

“Habis ini ada prosesi penurunan bendera. Ya, nanti akan kita naikkan bendera sesudah propertinya kita pastikan kondisinya baik dan kembali beroperasional. Ini kita pasang scafolding untuk mengambil ujung dari tali yang tersangkut diatas. Nanti kita pasang pengait baru yang lebih kuat sehingga bendera bisa dinaikkan. Pada saat prosesi penurunan bendera posisinya sudah diatas,” terang Kepala Dispora Solo, Joni Hari Sumantri ditemui di Stadion Sriwedari Solo.

Menurutnya, secara temuan dari kejadian memang ada properti yang patah yaitu pengait bendera. “Itu patah (pengait bendera), tapi sebenarnya pengaitnya sudah diperbarui. Pada waktu hari H, semua properti sudah kita prepare untuk dikondisikan yang terbaik. Jadi memang kejadiannya seperti itu. kekuatannya pengait belum kita uji sebelumnya, tetapi pada saat latihan sebenarnya ya ndak ada kejadian seperti itu,” jelas  Joni.

Baca Juga :  Santai Hadapi Sidang Putusan Sengketa Pilpres 2024, Gibran Ngantor Seperti Biasa

Joni menegaskan bahwa kejadian seperti ini tidak hanya dapat ditemui di Solo saja. Akan tetapi juga dapat ditemui dan terjadi di beberapa tempat.

“Kejadian seperti ini tidak hanya ditemui disini. Beberapa tempat dan beberapa kejadian juga sering. Dan tadi yang dilakukan anak-anak sudah sesuai dengan SOP pada saat keadaan emergency memang harus seperti itu. Bendera dibentangkan, habis dibentangkan karena tidak mungkin dinaikkan ya dibawa kembali,” paparnya.

Baca Juga :  Meymey Goes To Kampoeng Gelar Seminar "Kiat Wanita Sukses: Ikhtiar Menjemput Rejeki, Memantaskan Usaha"

Bagi Joni apabila terdapat kejadian seperti ini yang terpenting adalah langkah antisipasi darurat. “Yaitu bendera tetap dibentangkan karena untuk pengibaran benderanya itu intinya bendera dalam keadaan terpasang dan terbentang itu yang kita lakukan. Ya kita artikan tidak mengurangi makna dari upacara ini. Upacara inikan upacara hari peringatan ulang tahun tidak mengurangi makna itu,” tandasnya.

Joni mengakui kondisi anak anak Paskibraka sempat down usai kejadian tersebut. Namun tetap dimotivasi untuk ikut melaksanakan upacara penurunan bendera merah putih sore nanti.

“Sesaat merasa down, prinsipnya mereka sudah disiapkan mengatasi kondisi emergency seperti tadi, makanya bendera dibentangkan. Mereka juga sudah kita motivasi untuk melaksanakan penurunan bendera dengan baik,” pungkasnya.(Ando)

 

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com