JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Semarak Wajah Baru Desa Wisata Batik Kliwonan Jelang HUT RI. Semua RT Unjuk Keindahan Pesona Batik

Kreasi warga RT 3 Dukuh Kuyang, Kliwonan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Semarak peringatan HUT ke-77 RI begitu terasa di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran.

Hampir semua wilayah RT di desa berpredikat desa wisata batik itu kini tampak berbeda.

Berbagai hiasan dan ornamen bernuansa batik menghiasi sepanjang sudut di setiap kampung di desa yang dikenal dengan produk batiknya itu.

Tak hanya pintu masuk kampung, sepanjang jalan, hingga pagar tembok banyak dihiasi dengan lukisan maupun produk kain batik dalam berbagai bentuk.

Warga mengaku semua itu dilakukan untuk menyemarakkan lomba K3 dan ikon desa wisata batik pada HUT RI tahun ini.

Seperti RT 4 Dukuh Kuyang yang terlihat semarak dengan hiasan motif batik di sepanjang jalan kampung. Warga juga membuat stan yang menampilkan produk-produk batik, peralatan batik dan produk UMKM unggulan di pertigaan kampung.

“Kita menampilkan batik, fashion, lalu produk karak gendar, madu dan sambal pecel yang menjadi andalan RT kami. Persiapannya hampir seminggu, bapak-bapak yang menghias tugu, ibu-ibu yang membuat kreasi ornamen batiknya. Semua kompak karena memang punya uneg-uneg pingin menonjolkan batik dan kuliner agar lebih mengangkat ekonomi warga sini,” papar tokoh di RT 4, Purwantini.

Tim juri Lomba K3 dan Kreasi Icon Batik Desa Kliwonan saat melakukan penilaian, Kamis (11/8/2022). Foto/Wardoyo

Ia menyampaikan di RT 4, batik memang menjadi produk paling dominan. Ada sekitar 20 perajin yang turun temurun memproduksi batik dengan berbagai desain mulai dari batik tulis, batik tulis halus hingga batik kombinasi.

Beberapa perajin ternama di RT 4 antara lain Batik Brotoseno, Putri Nabila, Luhur Adi Putra dan lainnya.

Tim juri Lomba K3 dan Kreasi Icon Batik Desa Kliwonan saat melakukan penilaian di RT 5, Kamis (11/8/2022). Foto/Wardoyo

Melalui kreasi batik HUT RI ini, diharapkan bisa menggaungkan ikon Desa Kliwonan sebagai desa wisata batik.

Seolah tak mau kalah, RT sebelahnya yakni RT 5 Dukuh Kuyang juga all out memoles kampung. Berbagai hiasan bermotif batik juga menghiasi kampung ini.

Baca Juga :  Tolak Relokasi, Pedagang Kios Renteng Nglangon Sepakat 2 Opsi Harga Mati. Kios 6 x 6 atau Rp 150 Juta Plus Kios!

Replika kerajinan batik dan produk batik berbagai motif juga dipajang di sebuah stan spot selfie di sudut jalan kampung RT ini.

Pesona stan dan spot selfi bernuansa batik di RT 5 Dukuh Kuyang. Foto/Wardoyo

Tokoh RT 5, Dwi Hartini menyampaikan butuh satu minggu bagi warga untuk memermak lingkungan hingga berubah indah.

“Persiapannya satu minggu tapi finishingnya 2 hari. Meski sampai lembur, warga senang bisa kumpul untuk berkreasi demi memeriahkan HUT RI. Harapan kami bisa juara, lalu Desa Kliwonan yang sudah ditetapkan desa wisata batik bisa makin dikenal luas. Karena batik di sini sudah turun temurun dan hampir semua warga sini aktivitasnya berkaitan dengan batik,” jelasnya.

Penampilan tak kalah menawan ditunjukkan warga di RT 3. Selain sepanjang jalan dan gapura masuk, pesona batik juga ditampilkan melalui sebuah taman yang ditempatkan di salah satu sudut tepi jalan kampung ini.

Taman spot selfi itu dihiasi ornamen lampu warna-warni, desain batik hingga replika bambu runcing serta kolam mini.

Tokoh RT 3, Haris Sutomo menyampaikan konsep yang ditampilkan RT-nya adalah mengangkat pesona batik hingga taman spot selfi. Menurutnya butuh waktu hampir sepekan untuk menghias kampung menjadi seperti saat ini.

Kades Kliwonan, Aswanda bersama tim penilai dari kecamatan saat meninjau spot selfie di RT 3 Dukuh Kuyang. Foto/Wardoyo

Warga utamanya bapak-bapak, ibu-ibu dan pemuda rela meluangkan waktu siang dan malam untuk menghias serta menata kampung agar lebih menarik.

“Semua semangat karena ingin memeriahkan HUT RI. Apalagi kalau malam hari lebih semarak karena hiasan lampu di jalan-jalan. Lebih dari itu kita juga ingin mengangkat potensi batik di desa kami agar lebih semarak lagi. Sebab di sini banyak perajin batik dan pembatik. Apalagi setelah pandemi, desa wisata batik Kliwonan dan produk batik perlu diangkat lagi biar makin dikenal,” tandasnya.

Baca Juga :  BI Rate Naik, Bank Jateng Sragen Pastikan Suku Bunga Kredit Tak Berubah. Malah Genjot 3 Produk Kredit Sangat Murah

Gaungkan Desa Wisata Batik

Kades Kliwonan, Aswanda mengatakan lomba K3 dan kreasi icon desa wisata itu merupakan yang pertama digelar di desanya.

Selain menyemarakkan HUT RI, lomba K3 digagas untuk menggugah kesadaran warga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Tim juri Lomba K3 dan Kreasi Icon Batik Desa Kliwonan saat melakukan penilaian di spot selfi batik RT 3, Kamis (11/8/2022). Foto/Wardoyo

Sementara, lomba kreasi ikon desa wisata dimaksudkan untuk mengajak warga menggali kreasi batik yang selama ini menjadikan Kliwonan sebagai desa dengan predikat Desa Wisata Batik.

Terlebih, batik selama ini menjadi produk andalan dan sektor utama penopang ekonomi masyarakat setempat.

“Total ada 37 RT di 4 kebayanan yang berpartisipasi dalam lomba K3 dan kreasi icon desa wisata batik ini. Waktu penilaian 7 hari mulai tanggal 10 Agustus sampai 17 Agustus mendatang. Penilaian nanti dua kali. Hari ini dan Sabtu (13/8/2022) malam,” paparnya di sela mendampingi tim penilai dari kecamatan, Kamis (11/8/2022).

Salah satu spot selfi yang memajang produk batik dan kuliner unggulan hasil kreasi warga di Dukuh Kuyang RT 4, Desa Kliwonan, Masaran. Foto/Wardoyo

Dari 37 RT yang ada, nantinya akan diambil 3 RT terbaik sebagai juara lomba K3 dan lomba ikon desa wisata batik. Untuk hadiah lomba, Kades mengaku sudah menyiapkan hadiah dari uang pribadinya.

Pemenang pertama lomba K3 akan mendapat hadiah Rp 1 juta, juara kedua Rp 750.000 dan Rp 500.000 untuk juara ketiga. Begitu pula di lomba icon batik juga disediakan hadiah yang sama.

“Hadiahnya dari pribadi saya, bukan dari dana desa. Biar menjadi penyemangat warga. Selain menjaga lingkungan tetap bersih, harapan kami warga juga terus berkreasi melestarikan batik. Sehingga gaung Desa Kliwonan sebagai desa wisata batik ini semakin dikenal luas oleh publik. Karena di desa kami ada 35 pengusaha batik yang besar, lalu mayoritas juga membatik,” urainya. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com