JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mirip Kasus Sambo, Perkara Galian C Ilegal Seret Pengusaha di Sragen. Tersangka Ditahan Tapi Barang Bukti Diduga Dihilangkan

Tangkapan layar percakapan soal dugaan penghilangan barang bukti oleh tersangka penambangan galian C ilegal di Gebang, Masaran, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus penambangan galian C ilegal di Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Sragen memasuki babak baru.

Kabar terbaru, pihak pelapor yakni Sunarni (30) pemilik sawah yang terdampak penambangan, mengungkap adanya indikasi penghilangan barang bukti oleh tersangka bernama Anton.

Barang bukti berupa backhoe atau alat berat untuk menambang, diduga sengaja dihilangkan oleh tersangka yang merupakan pengelola tambang.

Padahal, saat ini status Anton sudah ditetapkan tersangka dan dikabarkan menjalani penahanan di Polres Sragen.

“Iya tadi siang, saya dari kejaksaan menemui Pak Jaksa. Saya tanya apakah berkas perkara saya sudah diregistrasi. Jawabnya memang berkas tahap 1 sudah lengkap Mbak. Tinggal menunggu barang bukti dan tersangkanya,” ujar Sunarni kepada wartawan, Senin (26/9/2022).

Akan tetapi, penjelasan dari jaksa bahwa tersangka malah menghilangkan barang bukti. Sehingga jaksa tidak bisa menyidangkan jika batang bukti tidak ada.

Baca Juga :  Selisih Hanya Nol Koma, Hasil Seleksi Perdes Karangtalun Menuai Protes. Ini Hasil Akhir Perankingan!

Sunarni menyebut dari keterangan jaksa tersebut, saat ini tim penyidik Polres masih memintai keterangan terhadap tersangka Anton.

Jika terbukti sengaja menghilangkan barang bukti, maka tersangka bisa dijerat dua perkara yakni Galian C dan penghilangan barang bukti atau menghalangi penyidikan atau obstruction of justice.

“Saya tanya ke penyidik Polres, juga membenarkan katanya barang bukti itu menang dihilangkan oleh Anton (tersangka). Katanya penyidik pun marah merasa dipermainkan sama tersangka. Sudah dikasih waktu dan kesempatan malah ngambil barang bukti,’ ujarnya.

Lebih lanjut, Sunarni menceritakan sebenarnya jauh-jauh hari sudah mengendus upaya penghalangan penanganan kasus itu.

Sebab sebelumnya dirinya banyak didatangi orang kenalan tersangka di rumahnya. Termasuk seseorang berinisial BN, yang diketahui merupakan kolega tersangka asal Jakarta.

Baca Juga :  Bandar Pil Koplo Masaran Digerebek, Diamankan 13.200 Butir Trihex dan Tramadol Siap Edar

Di mana akhir bulan Juli lalu, BN dan istrinya mendatanginya bersama Anton dan istri. Saat itu mereka berniat membujuknya agar mencabut laporan sehingga perkara bisa dihentikan.

“Waktu itu saya bilang ke BN persoalan dari awal sampai akhirnya masuk ke kepolisian. Dari dulu kami sudah ingatkan dampak pengerukan, kemudian kerusakan yang ditimbulkan, tapi diabaikan. Ketika diberi waktu mediasi, mereka tidak ada itikad baik. Tuntutan kami waktu itu hanya tebing sawah yang terdampak ditalud pakai batu karena itu sangat membahayakan dan rawan longsor. Tapi sama sekali tidak ada itikad baik,” jelasnya.

Sunarni tetap berharap kasus itu bisa segera diproses kembali dan barang bukti bisa dikembalikan. Sehingga secepatnya kasus bisa dilimpahkan dan disidangkan di pengadilan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com