JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Disebut-sebut Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan Kadaluwarsa, Ini yang Akan Dilakukan Komnas HAM

Komisioner Komnas HAM RI M Choirul Anam / tribunnews
   

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gas air mata yang digunakan aparat keamanan di Stadion Kanjuruhan, disebut-sebut kadaluwarsa, hingga mengakibatkan ratusan korban meninggal

Mengenai hal itu, Komisioner Komnas HAM RI M Choirul Anam mengatakan, pihaknya mengantongi informasi mengenai penggunaan gas air mata kedaluwarsa saat peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema Vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022).

Namun ia menegaskan, informasi tersebut masih memerlukan pendalaman.

“Ya jadi soal yang daluwarsa itu informasinya memang kita dapatkan tapi memang perlu pendalaman,” kata Anam saat dihubungi Tribunnews.com pada Senin (10/10/2022).

Baca Juga :  Survei Pilgub Jateng,  Nama Ahmad Luthfi Berkibar, Kaesang Jeblok di 0,7

Di sisi lain menurutnya yang juga penting dilihat adalah dinamika di lapangan saat peristiwa terjadi.

Menurutnya pemicu utama eskalasi kerusuhan tersebut adalah gas air mata yang menimbulkan kepanikan.

 

Gas air mata tersebut, kata Anam, membuat banyak suporter atau Aremania berebut untuk masuk ke pintu keluar dan berdesak-desakan dengan mata yang sakit, dada yang sesak, susah nafas, dan kondisi lainnya.

Baca Juga :  Libatkan 36 Sekolah, Banyumas Jadi Pusat Uji Coba Program Susu Gratis Prabowo-Gibran

Terlebih, kata dia, pintu yang terbuka saat itu kecil sehingga mereka berhimpit-himpitan.

Ia mengatakan kondisi seperti itulah yang mengakibatkan kematian.

“Jadi eskalasi yang harusnya sudah terkendali kalau kita lihat dengan cermat itukan terkendali sebenarnya, itu terkendali tapi semakin memanas ketika ada gas air mata,” kata Anam.

“Nah gas air mata ini lah yang penyebab utama adanya kematian bagi sejumlah korban,” sambung dia.

www.tribunnews.com

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com