JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Akibat Tunjangan Sertifikasi Terpending, Sekitar 900 Guru di Karanganyar Merana

Upacara HUT PRI di Karanganyar / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Sekitar 900 orang guru sertifikasi di Kabupaten Karanganyar, Jateng merana karena tunjangan sertifikasinya belum juga turun.

Padahal, mestinya tunjangan tersebut sudah cair tiga  bulan yang lalu.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karanganyar, Sri Wiyanto mengatakan terpendingnya tunjangan sertifikasi, karena adanya dua standar Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yakni kesesuaian validitas data administrasi guru dengan konektivitas persyaratan yang diatur pada kurikulum K13 dengan Kurikulum Merdeka.

Baca Juga :  Bus Terjun ke Jurang 7 Tewas di Tawangmangu, Ternyata Rem Sudah Blong Sejak Awal. Sempat Nabrak Kendaraan Lain Sebelum Kejadian

Kurikulum K13 diberlakukan lebih awal lalu disusul diberlakukan kurikulum baru yakni Kurikulum Merdeka.

“Antara standar administrasi pada kurikulum K13 ini berbeda dengan Kurikulum Merdeka sehingga berdampak kisruh data administrasi 900 orang guru dan efeknya tunjangan sertifikasi belum bisa cair,” ungkap Ketua PGRI Karanganyar Sri Wiyanto di sela upacara HUT PGRI di Alun-alun Karanganyar, Jumat (25/11/2022).

Baca Juga :  Serunya Wisata Bersama Keluarga All New Honda BR-V di Tawangmangu

Menurut Sri Wiyanto, dua kurikulum itu memiliki aturan yang berbeda-beda tentang standar jam mengajar bagi guru sertifikasi sehingga terjadi disadministrasi, sehingga guru yang kena getahnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com