
BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kalau Anda berkunjung ke Candi Sari, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Boyolali saat ini, jangan kaget. Pasalnya, batuan candi ditutup terpal.
Ya, batuan Candi Sari baru dalam perawatan rutin agar batuan terhindar dari lumut. Sebab jika dibiarkan, maka lumut bakal merusak batuan candi.
“Kalau dibiarkan maka lumut bisa merusak struktur batuan candi,” ujar Juru Pelihara (Jupel) Candi Sari, Sutrisno, Jumat (9/12/2022).
Dijelaskan, tahap pertama pembersihkan secara manual dalam kondisi kering. Lalu dibersihkan lagi secara manual basah. Baru kemudian disemprotkan obat khusus. Setelah disemprot obat, batu candi harus ditutup.
“Maka ini ditutup dengan terpal selama 2-3 hari, jangan kaget ya,” ujarnya.
Penutupan tersebut bertujuan agar batuan tidak terkena air hujan. Sebab jika terkena hujan, maka efek obat tidak berfungsi dan menjadi sia-sia. Selain itu, penutupan dengan terpal bertujuan agar obat bisa meresap ke pori-pori batu.
Diungkapkan, perawatan memang dilakukan secara rutin, tiap dua sampai tiga bulan sekali. Sehingga, batuan candi kembali bersih dan lebih terawat. Meski sedang dilakukan perawatan, pengunjung tetap bisa menikmati keindahan Candi Sari yang berlatar Gunung Merapi dan Merbabu.
“Hanya saja kalau tiap Jumat saya libur, jadi komplek candi saya tutup. Masuk Candi Sari tidak dipugut biaya alias gratis. Jumlah pengunjung 500 – 1.000 orang/ bulan.”
Candi Sari bernafaskan Hindu dan kini menjadi salah satu destinasi wisata di Boyolali. Candi ini diprediksi peninggalan dari zaman Mataram Hindu kuno sekitar abad 9. Situs Candi Sari ditemukan masa pemerintahan Belanda atau sekitar tahun 1915.
“Saat ditemukan, kondisi batuan candi berserakan. Namun, arca-arca yang ditemukan masih bagus. Arca-arca tersebut disimpan di Muskala Semarang, sebagian di kantor BPCB Prambanan.”
Saah satu pengunjung, Ragil mengaku kaget melihat Candi Sari ditutup terpal. Dia awalnya mengira Candi Sari tertutup untuk pengunjung.
“Saya baru jelas setelah mendapat penjelasan Jupel Candi Sari. Ternyata baru tahap perawatan,” ujarnya. Waskita
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














