JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah Mbah Rebo Asal Sragen Pengrajin Anyaman Kepang dari Bambu yang Masih Bertahan Sampai Saat Ini

Mbah Rebo Asal Sragen Pengrajin Anyaman Kepang dari Bambu | Huri Yanto/JOGLOSEMARNEWS.COM
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Semangat pagi menyambut rezeki, meski usia sudah tidak muda lagi tetapi semangat dan kerja keras tetap dilakukan oleh seorang kakek bernama mbah Rebo, warga Dukuh Banyurip RT 16, Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Terlihat, sejak pagi mbah Rebo tengah sibuk di kebun menebang bambu untuk dibuat anyaman bambu bernama Kepang, pekerjaan membuat Kepang ini sudah dijalani mbah Rebo sejak usia muda.

Kepang sendiri banyak digunakan oleh Petani dan Masyarakat pedesaan lainnya untuk menjemur padi, bawang merah, kerupuk dan beberapa hasil bumi lainnya.

Baca Juga :  Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi Menggelar Acara Safety Riding GP Ansor Kolaborasi Dengan Polres Sragen Dan Diikuti 300 Orang Peserta

Ditemui di rumahnya, mbah Rebo mengatakan bahwa pekerjaan membuat Kepang adalah satu-satunya keahlian yang ia miliki untuk mencari penghasilan.

“Membuat kepang ini sejak saya masih muda belum menikah, dapat pengalaman pertamakali dari orang tua, keahlian yang saya punya hanya membuat kepang seperti ini dan berkebun,” kata mbah Rebo pada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (13/4/2023).

Mbah Rebo juga mengatakan, untuk membuat satu buah Kepang dengan panjang 5 meter dan luas 2 meter, ia mampu menyelesaikan selama 1 minggu.

“Iya kalau bambu sudah ada buat kepang seperti ini bisa hampir satu minggu, kalau untuk harganya ini 70 ribu rupiah,” jelasnya.

Baca Juga :  Ribuan Goweser Semarakkan Tour De Sragen 2024, Bupati Ajak Masyarakat Berwisata Sambil Gowes

Dari hasil penjualan Kepang ini, biasanya dibelikan untuk kebutuhan sehari-hari seperti membeli beras, bumbu dapur, pajak listrik dan rukun tetangga.

“Buat belanja, jagong dan lainnya mas, ya dicukup cukupne mas, biasanya ini dijual ke pasar Gabugan dan diambil bakul mas,” ujarnya.

Mbah Rebo berharap, meski jaman mulai maju dan teknologi semakin berkembang, ia berharap karya dan produk buatannya tetap bisa diminati masyarakat luas.

Ya wes akeh seng gak membutuhkan kepang mas, semoga ya tetap oleh rezeki soko kepang niki,” harapnya.

Huri Yanto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com