KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Mentari Sehat Indonesia (MSI) yang merupakan Non Governmental Organization (NGO) sebagai mitra kerja Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar memberikan support enabler atau bantuan stimulan uang kepada sembilan orang pasien TBC Resisten Obat (RO) di Karanganyar, sebesar Rp 600 per bulan berlaku selama pemeriksaan rutin.
Enabler tersebut diberikan, dengan harapan dapat dimanfaatkan dengan baik agar dapat mendukung proses pengobatan pasien secara rutin hingga sembuh.
Staf Programer MSI, Shubuha Pilar Naredia mengatakan, dalam kasus TBC dikenal kategori pasien TBC RO, yakni Resisten Obat, yang mana butuh penanganan ekstra agar pasien mau diobati secara rutin selama lebih dari setahun. Selain itu, ada juga kategori TBC SO (Sensitif Obat) yakni perlu pengobatan rutin selama setengah tahun.
Baik pasien TBC RO maupun TBC SO, sangat memerlukan pendampingan dari pihak ketiga, dalam hal ini MSI sebagai ujung tombak yang berperan membantu pemerintah mengawal pasien tersebut.
Pasalnya, seringkali pasien TBC tidak tekun dan telaten menjalani pengobatan rutin dalam waktu yang lama sehingga sering putus asa dan mangkir dari pengobatan.
“Untuk kasus seperti ini, peran MSI sebagai mitra DKK sudah komitmen melakukan pendampingan yakni melakukan pendekatan intensif agar pasien tidak mangkir dari pengobatan,” ungkap Shubuha Pilar Naredia kepada JOGLOSEMARNEWS.COM di sela pertemuan dengan DKK Kamis (11/5/2023).
Bahkan, lanjutnya, pada Tahun 2023 terdapat sebanyak tiga orang pasien TBC RO yang sembuh setelah melalui pendekatan intensif.
Adapun enam orang pasien TBC RO lainnya masih proses pengobatan.
“Untuk sembilan pasien TBC RO itu sudah kami berikan Enabler Rp 600.000 per bulan melalui rekening pasien selama masa pengobatan guna membantu pasien mau menjadi pengobatan rutin,” tandas Shubuha Pilar Naredia.
Sementara itu, MK TBC RO RS PMDT dr. Moewardi Surakarta, Tetiek Catur yang hadir pada pertemuan tersebut mengatakan, jumlah kasus pasien TBC RO di Kabupaten Karanganyar dinilai cukup tinggi, sehingga perlu koordinasi secara berkala guna melakukan update informasi semua pasien.
“Peran pihak ketiga seperti MSI sangat dibutuhkan untuk support kepada pasien agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkap Tetiek Catur.
Pada bagian lain, Efitya Fitria Istifarin selaku MK DPPM MSI Karanganyar mengatakan, selama kurun waktu dua terakhir terdapat sebanyak 11 orang pasien TBC SO yang mangkir dari pengobatan rutin.
Untuk itu, MSI langsung melakukan pelacakan dan hasilnya beberapa diantara ada yang bersedia menjalani pengobatan kembali, meninggal, dan pindah pengobatan di Fasyankes lain.
“Rasa jenuh dalam meminum obat serta efek samping yang ditimbulkan menjadi salah dua faktor yang membuat pasien ingin berhenti menjalani pengobatan TBC maka itu menjadi tugas kami dari MSI,” kata Efitya Fitria Istifarin.
Beni Indra
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















