JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Manfaat Donor Darah untuk Penerima dan Pendonor

KKN UNS 40 bekerjasama dengan PMI Boyolali mengadakan kegiatan donor darah. Pelaksanaan donor darah tersebut dilaksanakan secara luring di joglo Balai Desa Dusun Blumbang pada Selasa (22/2/2022). Foto: Inasya Salma Nabila

 

OGLOSEMARNEWS.COM — Salah satu kegiatan sosial yang sering dilakukan di masyarakat adalah donor darah. Meski terlihat sederhana donor darah merupakan salah satu kegiatan yang mulia untuk membantu sesama.

Donor darah sendiri merupakan proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah yang digunakan untuk keperluan transfusi darah.

Proses donor darah umumnya dilakukan di bank darah atau pusat donor darah yang dioperasikan oleh organisasi kesehatan atau badan amal.

Sebelum seseorang bisa menjadi pendonor darah, mereka akan melewati tahap pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kesesuaian dan keamanan darah yang akan disumbangkan. Pemeriksaan tersebut meliputi tes kesehatan, riwayat medis, dan pemeriksaan golongan darah.

Selama proses donor darah, sejumlah darah yang ditentukan akan diambil dari vena di lengan dengan menggunakan jarum steril. Darah yang diambil akan diambil sampelnya dan kemudian disimpan dan diproses untuk digunakan dalam transfusi darah. Pemulihan setelah donor darah biasanya cepat, dan pendonor diberikan perawatan dan istirahat yang cukup setelah menyumbangkan darah.

Donor darah memiliki manfaat penting, antara lain:

1. Menyelamatkan nyawa

Darah yang disumbangkan dapat digunakan untuk transfusi darah kepada pasien dengan kebutuhan medis mendesak, termasuk korban kecelakaan, pasien yang menjalani operasi besar, atau penderita kondisi medis kronis.

2. Membantu pasien dengan penyakit kronis

Penderita penyakit seperti talasemia, anemia, dan kanker membutuhkan transfusi darah secara teratur untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Baca Juga :  Apel Vs Jeruk, Ini Kandungan Nutrisinya

3. Mendorong pemulihan cepat

Transfusi darah dapat membantu mempercepat pemulihan pasca-operasi atau penyakit serius dengan meningkatkan pasokan darah dan oksigen ke jaringan tubuh yang rusak.

4. Menstimulasi produksi darah baru

Setelah menyumbangkan darah, tubuh akan merangsang produksi sel darah baru untuk menggantikan darah yang hilang. Hal ini dapat meningkatkan kesehatan dan fungsi sistem peredaran darah.

Melansir Helathline, donor darah adalah tindakan sukarela yang memiliki dampak besar dalam menyelamatkan nyawa dan membantu orang-orang yang membutuhkan transfusi darah. Setiap orang yang memenuhi syarat donor darah dan kesehatan dapat berpartisipasi dalam proses ini untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat.

Berikut adalah tata cara umum dalam mendonorkan darah:

1. Persiapan sebelum donor darah:

Pastikan Anda cukup istirahat sebelumnya dan tidur yang cukup pada malam sebelumnya.
Minum air putih yang cukup sebelum donor darah untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Konsumsi makanan yang sehat dan nutrisi sebelum mendonor, seperti makanan tinggi zat besi.

Hindari konsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang sebelum donor darah.

2. Pendaftaran:

Datang ke pusat donor darah terdekat atau lokasi yang telah ditentukan.
Isi formulir pendaftaran dan menjawab pertanyaan kesehatan dengan jujur.
Berikan identifikasi pribadi, seperti kartu identitas, jika diminta.

3. Pemeriksaan kesehatan:

Anda akan menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis, termasuk pengukuran tekanan darah, detak jantung, dan pemeriksaan golongan darah.
Dalam beberapa kasus, Anda juga akan menjalani tes darah untuk memeriksa kadar hemoglobin

Baca Juga :  Air Putih Baik untuk Kesehatan, Jika Tak Suka, Ini Opsi Minuman Anjuran Pakar Diet Agar Tak Dehidrasi

4. Proses donor darah:

Setelah dinyatakan sehat dan memenuhi syarat, Anda akan duduk atau berbaring dalam posisi nyaman.

Petugas medis akan membersihkan area lengan yang akan digunakan untuk menyuntikkan jarum dengan antiseptik.

Jarum steril akan dimasukkan ke dalam vena di lengan, dan darah akan mengalir ke dalam kantong darah yang steril.

Darah yang diambil biasanya sekitar 350-450 ml, yang biasanya selesai dalam waktu sekitar 10-15 menit.

5. Istirahat dan pemulihan:

Setelah proses donor darah selesai, jarum akan dikeluarkan, dan area lengan akan diberikan perban atau kompres untuk mencegah perdarahan.

Beristirahatlah sejenak, minum air atau cairan lain yang diberikan oleh petugas untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Setelah beberapa saat istirahat, Anda dapat meninggalkan lokasi donor darah.

Setelah mendonor darah, penting untuk tetap menjaga hidrasi dengan cukup minum air, menghindari aktivitas fisik yang berat, dan mengonsumsi makanan bergizi untuk membantu tubuh memulihkan diri. Jika ada efek samping atau gejala yang tidak biasa setelah donor darah, segera laporkan kepada petugas medis yang bertanggung jawab.

Perlu diingat bahwa tata cara mendonor darah dapat sedikit berbeda di setiap negara atau lembaga donor darah. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti petunjuk dan prosedur yang diberikan oleh pusat donor darah setempat.

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com