JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Sragen Mbak Yuni Bakal Mendatangi Kebun Jeruk Mbah Petrok di Bulakmanyar Sumberlawang, Setelah Viral Panen Jeruk Puluhan Kwintal dan Jadi Orang Pertama Pencetus Budidaya Jeruk di Pinggiran Waduk Kedung Ombo (WKO)

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, saat ditemui Joglosemarnews.com, Jumat (23/6/2023) || Huri Yanto
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sukses budidaya buah jeruk di tanah tegalan pinggiran Waduk Kedung Ombo (WKO), kini mbah Petrok (68) salah satu warga Bulakrejo RT 23, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, pencetus budidaya buah jeruk di tanah pinggiran WKO kini tengah dicari bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati atau sering dipanggil Mbak Yuni.

Ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM , Mbak Yuni mengatakan bahwa ia dalam waktu dekat ini bakal mendatangi sosok kakek Petrok Bulakmanyar sang pencetus dan sekaligus orang pertama yang berhasil menanam puluhan pohon Jeruk, hingga berbuah puluhan kwintal.

“Oh iya benar, saya mau cek kesana juga, kalau memang budidaya buah jeruk berhasil ya alhamdulillah, selama inikan untuk itu kita kurang menonjol ya,” kata Mbak Yuni, Jumat (23/6/2023).

Mbak Yuni juga menegaskan, pihaknya akan segera mengecek kebun jeruk yang berada di Sragen barat tersebut.

“Jeruknya enak dan manis ya, okey nanti kita cek kesana ya,” bebernya.

Sebelumnya, lahan tegalan yang dulunya sulit ditanami buah-buahan kini ditangan Mbah Petrok berubah drastis dan menjadi potensi baru mendapatkan penghasilan, beberapa jenis buah berhasil tumbuh dan menghasilkan pundi-pundi penghasilan antara lain buah Jeruk.

Ada 50 pohon Jeruk milik Mbah Petrok yang saat ini tengah puncak-puncaknya berbuah, terlihat sejumlah wisatawan dan penebas buah ramai-ramai datang dan menikmati wisata petik buah maupun untuk dijual kembali.

Ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM , Mbah Petrok mengatakan bahwa pohon jeruk miliknya yang berada di kebun sudah panen raya sejak lebaran idul Fitri 1444 H kemarin hingga saat ini.

Baca Juga :  Hujan Deras 4 Jam Sore Tadi, Rumah Warga Desa Jati, Sumberlawang dan Tanon Sragen Terendam Banjir

“Panen jeruk ini setiap tahun, dan untuk tahun ini mulai panen sejak lebaran idul fitri kemarin, banyak penebas dan wisatawan datang kesini untuk petik buah untuk dimakan langsung maupun dijual lagi,” kata mbah Petrok, Senin (19/6/2023.

Menurut mbah Petrok sejak panen pertama tahun ini ia sudah mendapatkan penghasilan sebanyak Rp.7.000.000 lebih, bahkan meskipun sudah di panen, buah jeruk miliknya masih terus berbuah dan masih bisa menerima wisatawan untuk petik buah langsung.

“Alhamdulillah ini kalau untuk wisatawan masih ada, datang kesini untuk petik sendiri, buah jeruknya kali ini bobot dan kandungan airnya banyak dan manis asam,” jelasnya.

Mbah Petrok mewanti-wanti bagi pengunjung yang datang ke kebun miliknya berharap untuk petik buah harap mengunakan gunting.

“Panen ini berlanjut dan setiap tahun, tapi untuk wisatawan mau petik sendiri harus pakai gunting kami sediakan, agar tidak merusak pohonya,” bebernya.

Wisatawan yang datang ke kebun mbah Petrok rupanya tidak hanya dari Sragen, beberapa daerah juga datang untuk memilih dan metik sendiri secara langsung buah Jeruk.

“Ini jenis jeruk Samarinda, yang datang kesini dari beberapa daerah mulai Purwodadi, Boyolali, Juwangi, Sragen, Solo, Karanganyar dan beberapa orang penebas buah untuk dijual kembali, untuk harga jeruknya kami bandrol 10 ribu rupiah untuk berat 1 Kg bisa pilih dan petik sendiri,” ujarnya.

Mbah Petrok berharap, dengan potensi desa ini bisa turut menyumbangkan potensi desa di Sragen.

Baca Juga :  Geger di Jembatan Gunung Kemukus Sragen, Warga Menemukan Pria Tanpa Identitas Dalam Kondisi Sakit, Polisi Dibantu Warga Lakukan Evakuasi

“Ya semoga saja bu Yuni bupati Sragen mendengar kabar ini, bahwa kami warga pinggiran waduk kedung ombo (WKO) punya kebun buah dan ikut menambah wisata baru di Sragen, untuk wisatawan yang hendak datang ke kebun atau WhatsApp 081226829185,” ujarnya.

Selain itu, Petrok juga mengatakan dilahan miliknya selain buah jeruk ada beberapa jenis buah yang lain seperti sawo, kelengkeng, jagung, pisang, alpokat, jambu dan lainnya.

Menurut Mbah Petrok, suka duka menjadi petani jeruk sudah ia alami bersama keluarganya, selain memanfaatkan lahan yang ada ia inggin menunjukan potensi Sragen barat khususnya pinggiran waduk kedung ombo bahwa selain hasil dari waduk juga ada potensi kebun buah-buahan.

“Disini sudah terkenal akan potensi wisata Waduk Kedung Ombo, saya dan keluarga saya juga ingin menunjukan potensi lainnya di pinggiran waduk juga ada kebun buah buahan, Alhamdulillah hasilnya bagus tapi kadang juga ada ruginya seperti buah pada jatuh dan jeruk diserang penyakit jamur seperti itu sih suka dukanya,” terangnya.

Dwi Prihatin (26) wisatawan asal Kampung Taprukan RT 02, Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen yang kebetulan berwisata petik petik jeruk di kebun Mbah Petrok mengatakan bahwa Jeruk di kebun mbah Petrok punya ciri khas sendiri ketimbang jeruk-jeruk lainnya.

“Jeruknya segar, apa lagi baru dipetik langsung dari pohonnya rasanya beda dengan jeruk-jeruk yang dijual di pasar pasar, disini kebun luas dan bisa memilih sendiri,” jelasnya.

Huri Yanto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com